Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Mengisi Ramadan Lebih Bermakna

  • 10 Mar 2026 13:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID,Jakarta - Bulan Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Kabag Kemitraan Dakwah Humanity Dompet Dhuafa, Ustaz Awang Ridwan Suhandy mengatakan, Rasulullah merupakan sosok manusia paling mulia yang menjadi teladan bagi umat Islam. Segala ucapan, sikap, maupun perbuatannya selalu berada dalam bimbingan Allah SWT.

“Beliau adalah manusia paling mulia yang tiada cacat, baik secara fisik maupun tutur kata dan perbuatannya. Apa yang dilakukan oleh Rasulullah semuanya atas bimbingan Allah Subhanahu wa Ta'ala,” ujar Awang dalam program Syiar Ramadan di Radio 91,2 FM Pro 1 RRI Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Menurutnya, Rasulullah juga mempersiapkan diri dengan baik sebelum datangnya Ramadan. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya menyambut bulan suci dengan kesiapan spiritual dan semangat untuk meningkatkan ibadah.

Ia menilai, fenomena yang sering terjadi saat ini justru sebaliknya. Banyak orang sudah melakukan berbagai kegiatan menjelang Ramadan, namun ketika bulan suci tiba, semangat beribadah tidak selalu meningkat. Bahkan menjelang akhir Ramadan, sebagian orang justru sibuk dengan urusan dunia.

Dalam pembahasan mengenai akhlak mulia ala Rasulullah di bulan Ramadan, Awang menjelaskan bahwa akhlak Rasulullah tidak bisa dilepaskan dari Al-Qur’an. Ia mengutip ungkapan bahwa akhlak Nabi merupakan cerminan dari Al-Qur’an.

“Kalau kita bertanya tentang akhlak Rasulullah di bulan Ramadan, itu tidak jauh dari Al-Qur’an. Karena akhlak beliau adalah Al-Qur’an itu sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, Rasulullah dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan, terlebih saat Ramadan. Selain itu, kepedulian sosial juga menjadi salah satu akhlak yang sangat menonjol dari Nabi Muhammad SAW.

“Beliau manusia yang paling dermawan. Di bulan Ramadan beliau lebih dermawan lagi. Kepedulian kepada sesama juga sangat kuat,” katanya.

Tidak hanya itu, Rasulullah juga memperbanyak ibadah di malam hari seperti qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, serta memperkuat hubungan sosial melalui silaturahmi. Menurut Awang, ibadah tersebut menjadi teladan bagi umat Islam dalam mengisi Ramadan.

Ia mengingatkan bahwa silaturahmi tidak hanya sekadar bertemu atau berkumpul, tetapi juga harus dimaknai sebagai bagian dari ibadah yang dapat memperkuat hubungan antar sesama.

“Kadang-kadang kita hanya senang bersilaturahmi, tetapi lupa bahwa di dalamnya ada nilai ibadah yang bisa menguatkan keimanan,” ujarnya.

Melalui teladan Rasulullah tersebut, Awang berharap umat Islam dapat menjadikan Ramadan sebagai sarana untuk membentuk akhlak mulia, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Ia juga berharap setiap ibadah yang dilakukan selama Ramadan dapat diterima oleh Allah SWT dan menjadi jalan bagi umat Islam untuk meraih ketakwaan.

“Semoga Ramadan ini kita benar-benar mendapatkan keberkahan, dan seluruh ibadah kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai bentuk penghambaan diri kepada-Nya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....