Malam Lailatul Qadar Penuh Keutamaan Berlipat Ganda
- 10 Mar 2026 08:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena diyakini sebagai waktu yang memiliki peluang besar bertemunya dengan malam Lailatul Qadar. Malam istimewa yang dipuji dalam Al-Qur’an ini digambarkan sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, sebuah kesempatan agung yang tidak dimiliki malam-malam lainnya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
﴿ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴾
(QS. Al-Qadr: 3)
Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar sangat mungkin terjadi pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan. Rasulullah ﷺ sendiri bersungguh-sungguh dalam ibadah pada bagian akhir bulan ini, sebagaimana ditegaskan oleh hadist sahih:
« تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ »
(HR. Bukhari dan Muslim)
Umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan permohonan ampunan. Ketika Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya doa terbaik di malam tersebut, Rasulullah ﷺ menjawab:
« اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي »
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku)
(HR. Tirmidzi)
Dengan semangat mendekatkan diri kepada Allah, kaum Muslimin di seluruh dunia diimbau untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan terbesar dalam setahun ini. Ibadah, doa, sedekah, istighfar, dan tilawah Al-Qur’an dianjurkan untuk diperbanyak sebagai bentuk kesungguhan mencari ridha Allah.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa amalan di malam Lailatul Qadar bukan sekadar rutinitas, tetapi sebuah kesempatan emas yang dapat mengubah kehidupan seorang hamba dengan limpahan ampunan dan kebaikan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Malam-malam terakhir Ramadan kembali menjadi ajakan bagi setiap Muslim untuk memperbaiki amal dan menjemput malam penuh keberkahan yang nilainya lebih baik dari seribu bulan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....