Keutamaan Tarawih dan Witir di Bulan Ramadhan
- 02 Mar 2026 19:22 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Ramadhan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Siang hari dipenuhi kesabaran dalam berpuasa, sementara malamnya berubah menjadi ruang sunyi yang hidup oleh lantunan ayat suci. Di bulan inilah umat Islam diajak bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menaikkan kualitas spiritual melalui shalat Tarawih dan Witir.
Shalat Tarawih merupakan bagian dari qiyamul lail yang dikhususkan pada bulan Ramadhan. Ibadah in menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengharapkan rahmat dan ampunan-Nya.
Dikutip dari laman resmi baznas.go.id, pada Senin 2 Maret 2026, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad beliau bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Janji ampunan itu menjadi fondasi utama keutamaan Tarawih dan Witir. Ibadah ini bukan hanya gerakan fisik berdiri dan rukuk, tetapi bentuk kesungguhan iman. Setiap rakaat yang dijalankan dengan niat tulus diyakini menjadi jalan penghapusan dosa yang telah lalu.
Shalat Witir menjadi penutup rangkaian ibadah malam yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW dikenal tidak pernah meninggalkan Witir, bahkan ketika dalam perjalanan.
Sejarah mencatat, pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, shalat Tarawih kembali dihidupkan secara berjamaah dengan satu imam. Kebijakan tersebut memperkuat semangat kolektif umat dan menjadi tradisi yang terus berlangsung di masjid-masjid seluruh dunia hingga hari ini.
Lebih dari sekadar ibadah personal, Tarawih juga mempererat kebersamaan. Masjid dipenuhi jamaah dari berbagai latar belakang yang berdiri dalam satu saf, menghadap kiblat yang sama. Di sana, perbedaan sosial melebur, yang tersisa hanyalah kesadaran sebagai hamba.
Ramadhan juga menjadi kesempatan untuk meraih Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir.
Keutamaan Tarawih dan Witir tidak hanya mengahpus dosa, tetapi juga melatih kesabaran dan kedisiplinan. Konsistensi menjalankannya diharapkan membentuk kebiasaan baik yang terus berlanjut setelah Ramadhan berakhir.
Melalui ibadah ini, umat islam diajak menjadikan malam Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk bermunajat. Tarawih dan witir pun menjadi jalan meraih eidha Allah SWT sekaligus memperkuat iman di bulan Ramadhan.
(FitriYanti Puspita Dewi- Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....