Puasa Ramadhan Menjadi Terapi Hati menuju Ketakwaan

  • 10 Mar 2026 07:53 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID-Jakarta : Program Mutiara Pagi yang disiarkan melalui Programa 1 RRI pada Selasa pagi pukul 05.00 hingga 06.00 WIB di Pro 1 FM 91,2 MHz kembali menghadirkan kajian keislaman yang menyejukkan. Acara yang dipandu oleh Farid Kurniawan ini menghadirkan narasumber ustaz Mulawarman Hannase, dengan mengangkat tema “Puasa Terapi Hati”.

Dalam pemaparannya, ustaz Mulawarman menjelaskan bahwa ibadah puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana membersihkan hati. Puasa melatih setiap muslim untuk mengendalikan diri, menjaga lisan, serta menahan berbagai perilaku yang dapat merusak ketenangan batin.

Ustaz Mulawarman Hannase menyampaikan bahwa ibadah puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana membersihkan hati dalam Program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026. (Foto: RRI)

Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari hati manusia sering kali dipenuhi berbagai penyakit batin seperti iri, dengki, amarah, dan kesombongan. Melalui puasa, seseorang dilatih untuk menenangkan jiwa serta menumbuhkan kesabaran sehingga hati menjadi lebih bersih dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Ia juga menambahkan bahwa puasa mampu menumbuhkan kepekaan sosial terhadap sesama. Rasa lapar yang dirasakan saat berpuasa menjadi pengingat akan pentingnya empati, sekaligus mendorong umat Islam untuk lebih peduli kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, puasa juga membentuk karakter pribadi yang disiplin dan mampu mengendalikan hawa nafsu. Dengan menahan berbagai keinginan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, seseorang belajar menguatkan ketahanan mental sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui momentum bulan Ramadhan, umat Islam diharapkan menjadikan puasa sebagai sarana memperbaiki kualitas diri. Tidak hanya meningkatkan ibadah ritual, tetapi juga memperbaiki akhlak serta memperkuat hubungan sosial dengan sesama.

Di akhir dialog, ustaz Mulawarman mengajak masyarakat untuk memaknai puasa sebagai terapi hati yang sesungguhnya, yakni dengan menjaga niat, memperbanyak amal kebaikan, serta terus berupaya membersihkan hati agar kehidupan menjadi lebih tenang, penuh keberkahan, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....