Tadarus Hidupkan Malam Ramadhan Penuh Berkah

  • 24 Feb 2026 15:47 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi umat islam untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang banyak dilakukan adalah tadarus Al-Qur’an, baik secara individu maupun berjamaah.

Tadarus merupakan aktivitas membaca, memahami, dan menghayati Al-Qur’an secara berulang-ulang. Secara bahasa, istilah ini berasal dari kata “darasa” yang berarti belajar atau membaca dengan mendalami.

Dalam ajaran islam, tadarus memiliki dasar yang kuat dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadis disebutkan bahwa Malaikat Jibril AS selalu menemui Rasulullah SAW setiap bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an.

Dikutip dari laman resmi baznas.go.id pada Selasa, 24 Februari 2026, malam-malam Ramadhan dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan dan ampunan.

“Barang siapa yang menghidupkan malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Tadarus menjadi salah satu amalan yang dapat menghidupkan malam Ramadhan setelah pelaksanaan shalat Tarawih. Kegiatan ini banyak dilakukan di masjid, mushala, maupun di rumah. Selain mendatangkan ketenangan hati, tadarus juga menghadirkan pahala yang berlipat ganda. “Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka baginya satu kebaikan. Satu kebikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi)

Keutamaan lainnya adalah Al-Qur’an akan memberi pertolongan bagi para pembacanya di hari kiamat. “Bacalah Al-Qur’an, karena akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembecanya.” (HR. Muslim)

Tidak hanya bernilai ibadah personal, tadarus juga mempererat ukhuwah Islamiyah Ketika dilakukan secara berjamaah. Melalui kegiatan ini, umat Muslim dapat saling berbagi ilmu dan motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Agar tadarus memberikan manfaat maksimal, umat Islam dianjurkan membaca dengan niat ikhlas dan penuh kekhusyukan. Membaca secara tartil serta memahami makna ayat yang dibaca juga menjadi bagian penting dalam mengamalkannya.

Dengan menjadikan tadarus sebagai kebiasaan, umat Islam diharapkan mampu menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an tidak hanya di bulan Ramadhan. Amalan ini menjadi jalan untuk meraih keberkahan hidup di dunia maupun di akhirat.

(FitriYanti Puspita Dewi – Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....