Malam Nuzulul Quran 2026: Mengingat Turunnya Wahyu Pertama Alquran

  • 06 Mar 2026 07:23 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Umat Islam di berbagai penjuru dunia memperingati malam Nuzulul Quran, momen yang diyakini sebagai peristiwa turunnya wahyu pertama Alquran kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Pada tahun ini, malam Nuzulul Quran 2026 diperingati bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 H atau Jumat malam, 6 Maret 2026. Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya Alquran sebagai pedoman hidup umat manusia.

Peristiwa nuzulul quran adalah momen awal turunnya wahyu Allah kepada Nabi Muhammad Saw melalui Malaikat Jibril. Peristiwa tersebut menandai dimulainya risalah Islam yang kemudian menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia hingga akhir zaman.

Ustaz Mulawarman Hannase menjelaskan, Alquran memiliki kedudukan istimewa dibandingkan ajaran yang dibawa nabi-nabi sebelumnya. “Di antara segala ajaran yang telah diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para nabi sebelumnya, Alquran menjadi pembeda utama karena keberadaannya yang abadi sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia,” ujar Mulawarman dalam kajian Islam Mutiara Pagi di 91,2 FM Pro1 RRI Jakarta.

Ia mengatakan para ulama sepakat bahwa Alquran diturunkan pada bulan Ramadan yang penuh berkah. “Ada perbedaan pendapat tentang malam yang tepat, namun umat Islam secara luas memperingati malam 17 Ramadan sebagai malam Nuzulul Quran,” ucapnya.

Menurut Mulawarman, tradisi memperingati malam Nuzulul Quran juga tercermin dalam aktivitas ibadah umat Islam. Masjid-masjid biasanya dipenuhi kegiatan tadarus, pengajian, hingga salat malam sebagai bentuk rasa syukur atas turunnya kitab suci tersebut.

Laman NU Online yang kami akses ada Jumat, 6 Maret 2026 menyebutkan bahwa malam Nuzulul Quran merupakan malam yang penuh berkah, karena diyakini sebagai awal turunnya Alquran kepada Nabi Muhammad Saw. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca Alquran, berdoa, dan melakukan i’tikaf di masjid untuk meraih keutamaannya.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada malam turunnya Alquran, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad Saw untuk mengajarkan bacaan Alquran dan penjelasan syariat Islam. Tradisi memperbanyak tadarus pada bulan Ramadan pun kemudian menjadi kebiasaan umat Islam hingga kini.

وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية

Artinya: Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril as ke hadapan Nabi saw. dan beliau memerintahkan beliau membaca Al-Quran dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia atau MUI menjelaskan bahwa malam Nuzulul Quran juga dianjurkan diisi dengan berbagai amalan ibadah. “Memperbanyak membaca Alquran, berdzikir, melaksanakan shalat malam, dan melakukan i’tikaf merupakan amalan yang dianjurkan pada malam Nuzulul Quran,” tulis laman resmi MUI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....