Masjid Jami Al-Ihsaniyyah Konsisten Berbagi Takjil Gratis
- 20 Feb 2026 19:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Suasana Ramadan selalu membawa keberkahan tersendiri bagi umat Muslim. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan suci, di Masjid Jami Al-Ihsaniyyah yang terletak di Jalan Jendral Basuki Rahmat, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur ini menyalurkan buka puasa gratis kepada jamaah dan warga sekitar. Program ini bukan kegiatan baru, melainkan sudah berjalan selama kurang lebih 10 tahun terakhir.
Setiap hari selama Ramadan, pengurus masjid bersama relawan menyiapkan sekitar 70 paket takjil untuk dibagikan menjelang waktu berbuka. Takjil tersebut terdiri dari makanan ringan seperti gorengan dan minuman manis untuk membatalkan puasa, serta tersedia es sirup bagi yang ingin berbuka dengan yang segar-segar.
“Kita menyediakan takjil selama bulan ramadhan satu bulan penuh” ujar Bapak Rukmin selalu Bendahara di Masjid Jami Al-Ihsaniyyah, Jumat, 20 Februari 2026.
| Baca juga: Integrasi Tiga Nilai Utama dalam Ramadan |
Dirinya menyampaikan bahwa dan kegiatan ini berasal dari iuran kas masjid serta donatur tetap maupun donatur musiman yang ingin berbagi keberkahan di bulan suci. Pengelolaan dana dilakukan secara terbuka agar program sosial ini dapat terus berjalan setiap tahunnya.
“Semua dari jamaah, dari sumbangan kanan kiri, dari kolekan dan lain-lain. Anggaran yang dikeluarkan selama satu penuh kurang lebih 30 sampai dengan 35 juta. Itu semua diluar dari Jemaah yang memberikan sumbangan lain berupa nasi kotak atau yang lain,” ucapnya.
Menariknya, takjil yang dibagikan tidak dibuat secara sembarangan. Pihak masjid memesan takjil dari warga sekitar, khususnya pelaku UMKM setempat. Langkah ini tidak hanya memastikan kualitas dan variasi menu, tetapi juga turut membantu menggerakkan perekonomian warga. Dengan adanya pesanan rutin setiap Ramadan, para pelaku usaha kecil mendapatkan tambahan penghasilan yang signifikan.
| Baca juga: Tadarus Hidupkan Malam Ramadhan Penuh Berkah |
Tujuan utama dari pembagian takjil ini bukan sekadar memberi makanan, melainkan sebagai bagian dari ibadah dan bentuk kepedulian sosial. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menjaga silaturahmi antarjamaah dan membantu para mustahik atau masyarakat yang membutuhkan yang tetap menjalankan ibadah puasa meski dalam keterbatasan ekonomi.
“Tujuannya ibadah yang lain-lainnya bonus ya, bonusnya itu kita bisa silatuhrahmi, membamtu para mustahik yang sedang berpuasa atau para jamaah yang ada dijalan,” ucap Rukmin.
Program kepedulian ini juga diperluas dengan penyediaan konsumsi gratis bagi jamaah yang melaksanakan itikaf, khususnya pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Jamaah yang bermalam di masjid tetap difasilitasi makanan berbuka dan sahur tanpa dipungut biaya, sehingga mereka dapat lebih fokus beribadah.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan buka puasa gratis ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga merasa terbantu, mulai dari pekerja harian, musafir, hingga anak-anak yang mengikuti kegiatan keagamaan di masjid.
Kebersamaan saat berbuka puasa menciptakan suasana hangat yang mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar.
Dengan semangat gotong royong, konsistensi selama satu dekade, serta dukungan jamaah dan donatur, program ini menjadi bukti bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperluas manfaat, memperkuat persaudaraan, dan memberdayakan ekonomi umat.
(Trisna Mutia Tihara – Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....