Belanda Tersingkir, Penalti Kembali Jadi Mimpi Buruk Oranje

  • 30 Jun 2026 12:48 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Perjalanan Belanda di Piala Dunia FIFA 2026 harus berakhir lebih cepat. Tim asuhan Ronald Koeman tersingkir di babak 32 besar setelah kalah adu penalti 2-3 dari Maroko, usai bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu di Stadion Monterrey, Meksiko.

Hasil ini kembali memperpanjang catatan buruk Belanda dalam adu penalti di turnamen besar. Setelah tersingkir melalui drama serupa pada Piala Dunia 2014 dan 2022, Oranje kembali gagal memanfaatkan kesempatan dari titik putih ketika Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville gagal menjalankan tugasnya.

Secara permainan, Belanda sebenarnya mampu unggul lebih dulu melalui Cody Gakpo pada menit ke-72. Namun keunggulan tersebut sirna setelah Issa Diop mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time. Momentum kemudian sepenuhnya beralih kepada Maroko yang tampil lebih agresif hingga akhirnya memastikan kemenangan melalui adu penalti.

Media Inggris The Guardian menilai Belanda harus membayar mahal karena gagal memanfaatkan peluang dan tampil terlalu berhati-hati setelah unggul. Dalam laporannya, The Guardian menyebut Maroko lebih konsisten menciptakan ancaman sepanjang pertandingan, sementara keputusan taktis Ronald Koeman pada babak tambahan waktu dinilai membuat serangan Belanda kehilangan daya dobrak.

Sebelum pertandingan, Koeman sebenarnya telah mengingatkan bahwa Maroko merupakan lawan yang sangat berbahaya. Pelatih berusia 63 tahun itu bahkan mengatakan kedua tim layak bertemu pada fase yang lebih jauh di turnamen.

"Ini sebenarnya sedikit disayangkan karena kedua tim seharusnya bisa melangkah lebih jauh di turnamen ini," ujar Ronald Koeman pada laga pertandingan.

Koeman juga mengakui kelemahan lini belakang Belanda sejak fase grup. Ia menekankan pentingnya transisi bertahan yang lebih cepat dan organisasi permainan yang lebih rapat agar timnya tidak mudah kehilangan momentum. Evaluasi tersebut ternyata menjadi kenyataan ketika Belanda gagal mempertahankan keunggulan hingga menit-menit akhir pertandingan.

Di sisi lain, kantor berita Reuters menyoroti ketangguhan Maroko yang terus menekan sepanjang pertandingan. Kiper Yassine Bounou kembali menjadi pembeda dengan menggagalkan penalti Summerville, sementara Ismael Saibari mencetak tendangan penentu yang mengantar Singa Atlas melaju ke babak 16 besar menghadapi Kanada.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Belanda yang sebelumnya tampil meyakinkan pada fase grup dengan mencetak 10 gol. Namun, produktivitas tersebut tidak diimbangi konsistensi di lini pertahanan maupun efektivitas saat adu penalti, dua aspek yang kembali menjadi penyebab berakhirnya langkah Oranje di Piala Dunia 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....