Atmosfer FIFA World Cup 2026, Tradisi Nobar Jadi Momen Kebersamaan

  • 07 Mei 2026 19:28 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Semangat menyambut FIFA World Cup 2026 mulai terasa di tengah masyarakat, mulai dari suasana stadion hingga tradisi nonton bareng bersama keluarga dan teman. Momentum ini juga dimanfaatkan brand keripik kentang Lay’s dengan menghadirkan berbagai program spesial bagi para penggemar sepak bola di Indonesia.

Melalui kolaborasi global sebagai sponsor resmi FIFA World Cup 2026, Lay’s menghadirkan kemasan edisi khusus bertema Piala Dunia yang menampilkan tokoh sepak bola dunia seperti Lionel Messi dan David Beckham.

Tak hanya itu, konsumen juga berkesempatan mengoleksi kartu resmi Panini FIFA World Cup 2026 melalui pembelian produk PepsiCo seperti Lay’s, Cheetos, dan Doritos senilai Rp50 ribu di sejumlah jaringan ritel, di antaranya Alfamart, Alfagift, Lawson Indonesia, Alfamidi, dan Midi Kriing.

Program ini dihadirkan untuk menambah keseruan masyarakat dalam menikmati momen pertandingan sepak bola, sekaligus menghidupkan kembali tradisi berburu koleksi khas Piala Dunia.

Senior Marketing Manager PepsiCo Indonesia, Hanussa Hamzah, mengatakan sepak bola memiliki kekuatan besar dalam menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan.

“Melalui partnership Lay’s dengan FIFA World Cup 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang lebih seru dan berkesan. Di setiap momen nobar, Lay’s hadir bukan sekadar sebagai pelengkap, tapi sebagai elemen penting yang menghidupkan suasana,” kata Hanussa, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia menambahkan, Lay’s hadir dengan tekstur khas “KressNyess” yang dinilai cocok menemani suasana pertandingan, mulai dari momen santai hingga ketegangan selama laga berlangsung.

Sementara itu, General Manager Alfamart, Said Yusni, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat menyemarakkan suasana Piala Dunia di Indonesia melalui jaringan toko yang tersebar di berbagai daerah.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Lay’s untuk menghadirkan keseruan dan pengalaman spesial bagi para penggemar bola. Kami berharap program ini bisa ikut menyemarakkan euforia Piala Dunia di Indonesia,” kata Said.

Dikesempatan yang sama, Pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin, menilai tradisi nonton bola di Indonesia bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang kebersamaan.

“Yang bikin seru bukan cuma pertandingannya, tapi kebersamaan sosialnya. Dari dulu, kehadiran camilan juga jadi bagian dari pengalaman itu,” ujarnya.

Menurutnya, suasana menonton pertandingan bersama di rumah, warung, maupun tempat berkumpul lainnya telah menjadi budaya yang melekat di masyarakat Indonesia.

“Di Indonesia, nonton bola itu sudah menjadi tradisi, entah di rumah, warung, atau kumpul bareng teman. Bukan cuma soal pertandingan, tapi soal kebersamaan dan momen-momen keseruan kecil yang dibangun di sekitarnya,” kata Coach Justin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....