Seattle Sonic ID dan Jejak Jazz dalam Identitas Suara Piala Dunia 2026

  • 05 Jul 2026 10:19 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kalau biasanya sebuah kota dikenal lewat stadion atau maskotnya, Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan sesuatu yang benar-benar baru: Sonic ID.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, setiap kota tuan rumah memiliki identitas suara atau sound logo yang unik. Total ada 16 Sonic ID yang mewakili 16 kota penyelenggara di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Semuanya berangkat dari satu tema resmi Piala Dunia, lalu diaransemen ulang oleh musisi lokal agar mencerminkan karakter masing-masing kota.

Di antara seluruh kota tersebut, Seattle menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. FIFA mempercayakan penggarapan Seattle Sonic ID kepada produser musik Sango, yang dikenal lewat perpaduan hip-hop, R&B, musik elektronik, dan pengaruh musik Brasil.

Namun yang membuat Seattle terasa istimewa bukan hanya aransemen modernnya. Kota ini memiliki sejarah musik yang sangat kuat, termasuk tradisi jazz yang telah hidup selama puluhan tahun. Seattle melahirkan sejumlah musisi jazz berpengaruh seperti Quincy Jones, yang memulai perjalanan musiknya di kota tersebut sebelum menjadi salah satu produser paling berpengaruh di dunia.

Selain Quincy Jones, Seattle juga dikenal melalui nama-nama seperti Ernestine Anderson dan Thad Jones, yang turut memberi warna dalam perkembangan jazz Amerika.

Jejak sejarah itulah yang terasa dalam Seattle Sonic ID. Meski dibungkus dengan elektronik kontemporer, komposisinya tetap menyimpan groove, ruang improvisasi, dan nuansa harmoni yang menjadi jiwa musik jazz. FIFA bahkan menyebut karya tersebut sebagai representasi kreativitas dan semangat Seattle, lengkap dengan sentuhan suara khas kota pelabuhan di kawasan Pacific Northwest.

Bagi penikmat jazz, Seattle Sonic ID menunjukkan bahwa jazz bukan sekadar genre musik lama. Jazz mampu beradaptasi dengan hip-hop, R&B, elektronik, hingga budaya populer global tanpa kehilangan identitasnya. Dalam konteks Piala Dunia FIFA 2026, jazz hadir bukan hanya sebagai musik pertunjukan, tetapi juga sebagai identitas kota yang dapat dikenali hanya dalam beberapa detik.

Jadi ketika nanti terdengar cuplikan musik pendek dari Seattle selama Piala Dunia berlangsung, itu bukan sekadar jingle pertandingan. Di baliknya ada sejarah panjang kota yang melahirkan banyak musisi besar dan menjadikan jazz sebagai salah satu denyut kreatifnya.

Bahasan ini hadir dalam program JazzyVibes bersama Lia Kusumawardani, Sabtu 5 Juli 2026 pukul 21.00–24.00 WIB di RRI Jazz Channel melalui RRI Digital, serta direlay oleh 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....