PLN EPI Rampungkan Gas-In Commissioning Pipa WNTS–Pemping
- 06 Okt 2026 22:26 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gas dari Natuna semakin dekat untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan energi dalam negeri. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil melaksanakan Gas-In Commissioning pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 00.00 WIB.
Keberhasilan tersebut menjadi tahapan penting sebelum gas dialirkan menuju pembangkit PLN Batam di Tanjung Uncang. Pipa WNTS–Pemping merupakan infrastruktur yang akan membawa gas dari wilayah Natuna masuk ke Indonesia melalui Pulau Pemping.
Pelaksanaan Gas-In Commissioning diawali dengan pembukaan Double Block Blade Valve. Proses tersebut melibatkan diver dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk memastikan tidak terjadi kebocoran pada titik tie-in maupun sepanjang jalur pipa hingga fasilitas onshore.
Plh. Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan keberhasilan Gas-In Commissioning menjadi milestone penting dalam pelaksanaan penugasan Menteri ESDM kepada PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS–Pemping.
“Keberhasilan Gas-In Commissioning ini menjadi milestone penting sebagai pelaksanaan penugasan Menteri ESDM kepada PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS–Pemping agar gas Natuna dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, khususnya mendukung keandalan sistem kelistrikan Batam, Sumatra Bagian Tengah, dan Jawa Barat. PLN EPI akan terus mengawal tahapan berikutnya hingga gas dapat mengalir ke pembangkit,” ujar Rakhmad, melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Setelah commissioning pipa bawah laut selesai, tahapan berikutnya adalah commissioning Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping. Gas kemudian akan dialirkan dari ORF menuju pembangkit PLN Batam setelah alokasi gas dan dokumen komersial diselesaikan.
Rakhmad mengatakan PLN EPI saat ini masih mendiskusikan alokasi gas dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Saat ini kami sedang mendiskusikan alokasi gas dengan Ditjen Migas dan SKK Migas serta menyelesaikan dokumen komersial, baik dengan pemasok hulu maupun pembeli, untuk selanjutnya dapat mengalirkan gas ke pembangkit,” katanya.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati mengatakan keberhasilan Gas-In Commissioning tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. “Keberhasilan Gas-In Commissioning ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci,” ujar Erma.
Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto membenarkan Gas-In Commissioning pipa bawah laut WNTS–Pemping telah dilaksanakan pada 4 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB dengan aman dan lancar.
“Alhamdulillah, pada hari ini tanggal 4 Oktober 2026, jam 00.00 WIB telah berhasil melaksanakan Gas-In Commissioning Pipa WNTS–Pemping bawah laut dengan aman, selamat, dan lancar,” ujar Djoko.
Menurut Djoko, keberhasilan hot tapping, pembangunan hingga Gas-In Commissioning pipa bawah laut WNTS–Pemping bukan hanya pencapaian teknis, tetapi juga menjadi bagian penting dari rangkaian masuknya gas Natuna ke Indonesia melalui infrastruktur tersebut.
Djoko berharap seluruh rangkaian proyek dapat diselesaikan dengan aman dan tepat waktu sehingga gas Natuna yang selama ini turut dialirkan ke Singapura dapat semakin dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.
Dengan rampungnya Gas-In Commissioning pipa bawah laut, gas Natuna kini semakin dekat untuk dimanfaatkan bagi kebutuhan domestik, khususnya mendukung pasokan energi primer dan keandalan sistem kelistrikan Batam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....