PLN EPI Targetkan 20 Terminal LNG Satelit Dibangun hingga 2029
- 19 Sep 2026 10:47 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) menargetkan pembangunan 20 terminal penerimaan liquefied natural gas (LNG) satelit di berbagai wilayah Indonesia hingga 2029. Langkah tersebut sebagai bagian dari penguatan infrastruktur energi di tengah ketatnya kapasitas industri LNG global.
Target tersebut disampaikan General Manager Unit Pelaksana Proyek Gas dan BBM PLN EPI Agus Purnomo saat menjadi panelis dalam Strategic Panel Gastech Exhibition & Conference 2026 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Thailand.
Agus mengatakan tantangan pembangunan infrastruktur LNG saat ini tidak lagi sebatas pembiayaan proyek, tetapi juga menyangkut ketersediaan kapasitas galangan kapal, pemasok peralatan utama, dan kontraktor pelaksana agar proyek dapat selesai sesuai kebutuhan sistem kelistrikan.
“Tantangannya bukan hanya mengembangkan proyek. Kami juga perlu memastikan kapasitas dari pemasok peralatan utama, galangan kapal, dan juga kontraktor pelaksana untuk menyelesaikan proyek tepat waktu,” kata Agus, melalui keterangan tertulis, Jumat, 18 September 2026.
Menurut dia, sejak 2023 PLN EPI telah mempercepat pengembangan proyek midstream LNG di sekitar 25 lokasi di Indonesia untuk mendukung program penggantian pembangkit berbahan bakar diesel menjadi LNG.
Namun, pengembangan proyek berlangsung di tengah terbatasnya kapasitas industri LNG global. Agus menyebut kapasitas pembangunan kapal LNG berukuran besar di Korea Selatan dan China diperkirakan sekitar 85 kapal per tahun pada awal 2026, sementara pesanan kapal LNG telah mencapai 268 unit hingga 31 Maret 2026. Sejumlah kapal yang dipesan pada 2026 bahkan baru dijadwalkan selesai pada 2029.
“Capacity does not mean availability. Bertambahnya kapasitas industri tidak serta-merta menjamin tersedianya slot produksi ketika proyek membutuhkan peralatan atau kapal,” ujarnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, PLN EPI menerapkan pengelolaan proyek LNG sebagai satu portofolio terintegrasi. Perencanaan dilakukan secara sinkron mulai dari FSRU, kapal LNG, fasilitas regasifikasi dan penyimpanan, jaringan pipa, hingga koneksi ke pembangkit listrik.
Perusahaan juga mengevaluasi opsi konversi kapal LNG yang sudah ada menjadi FSRU sebagai alternatif ketika kapasitas pembangunan kapal baru terbatas.
Selain itu, PLN EPI mendorong peningkatan peran industri dalam negeri pada pekerjaan konstruksi, fabrikasi, tangki penyimpanan, perpipaan, sistem kelistrikan, galangan kapal, operasi dan pemeliharaan, serta jasa rekayasa.
“Kami membutuhkan kemampuan global untuk teknologi yang sangat khusus, tetapi skala pipeline proyek Indonesia dapat digunakan untuk secara bertahap membangun kemampuan domestik yang lebih kuat,” kata Agus.
Hingga 2029, PLN EPI menargetkan pembangunan terminal penerimaan LNG satelit di satu lokasi di Nias, enam lokasi di Sulawesi, sembilan lokasi di Nusa Tenggara, dan empat lokasi di Papua Utara. Proyek tersebut akan dikembangkan melalui empat klaster mitra strategis dalam skema Joint Development Agreement (JDA).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....