Kemenhut Perkuat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan

  • 29 Sep 2026 22:32 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meski jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional mengalami penurunan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kemenhut hingga Senin, 28 September 2026, pukul 21.00 WIB, terdeteksi 365 hotspot high confidence di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut turun 194 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 559 hotspot.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Ristianto Pribadi mengatakan, penurunan secara nasional tersebut tidak terjadi merata di seluruh wilayah. Di antara enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, Sumatera Selatan mencatat kenaikan hotspot paling menonjol, dari 29 titik menjadi 96 titik.

Sementara itu, Kalimantan Tengah mengalami penurunan signifikan, dari 134 titik menjadi 37 titik. Perkembangan hotspot di enam provinsi prioritas adalah sebagai berikut:

  • Sumatera Selatan: 96 titik, naik dari 29 titik;
  • Kalimantan Tengah: 37 titik, turun dari 134 titik;
  • Jambi: 25 titik, naik dari 5 titik;
  • Kalimantan Selatan: 4 titik, turun dari 25 titik;
  • Kalimantan Barat: nihil, turun dari 11 titik; dan
  • Riau: nihil, sama seperti sehari sebelumnya.

“Secara keseluruhan, hotspot high confidence di enam provinsi prioritas turun dari 204 titik menjadi 162 titik,” kata Ristianto, melalui keterangan tertulis, Selasa, 29 September 2026.

Menurutnya dengan dinamika tersebut, penguatan operasi pengendalian tetap diarahkan ke wilayah yang mengalami peningkatan maupun masih menunjukkan aktivitas hotspot tinggi, terutama Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Ristianto menegaskan bahwa jumlah hotspot tidak dapat disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.

Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi yang terpantau melalui satelit tetap harus diverifikasi melalui groundcheck atau pemeriksaan langsung di lapangan.

“Pengendalian karhutla dilakukan melalui operasi terpadu di darat dan udara. Pemerintah saat ini menyiagakan 61 unit armada udara, yang terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk water bombing,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, 55 unit armada udara mendukung penanganan di enam provinsi prioritas. Sementara enam unit water bombing lainnya ditempatkan untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak lainnya.

Di lapangan, Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan para pihak melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, hingga pendinginan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....