Pakar Komunikasi UI Apresiasi Sejumlah Kunjungan Kerja Wapres Gibran

  • 15 Sep 2026 15:14 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah daerah, mendapat apresiasi
  • Pengamat komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi menilai, kunjungan Gibran saat Presiden Prabowo Subianto tengah muhibah ke luar negeri, memiliki makna yang strategis

RRI.CO.ID, Jakarta - Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah daerah, mendapat apresiasi. Pengamat komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi menilai, kunjungan Gibran saat Presiden Prabowo Subianto tengah muhibah ke luar negeri, memiliki makna yang strategis.

Misalnya saat mendatangi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanah Karo, Sumatera Utara. Serta ke Kalimantan untuk menilik kebakaran hutan dan lahan.

“Pertama tentu saja Gibran ingin mengesankan pemerintah pusat tidak lepas tangan, terhadap polemik persoalan karut marut program MBG. Yang masih terus menyisakan persoalan di masyarakat,” ujar Ari Junaedi saat dihubungi, Selasa, 15 September 2026.

“Kedua, demikian pula halnya dengan karhutla yang melanda di banyak daerah di Kalimantan, Sumatera hingga Jawa. Pemerintah melalui representasi Gibran, menunjukkan pemerintah terus hadir, di saat rakyatnya tengah tertimpa musibah,” tambahnya.

Ari Junaedi yang juga Direktur Eksekutif lembaga survei Nusakom Pratama itu menjelaskan, arti kunjungan Gibran dapat berdampak, jika Gibran melepaskan diri dari aturan-aturan formal yang mengikatnya. Serta kunjungannya berdampak nyata, dan tidak sekedar “omon-omon” bagi korban program MBG dan korban Karhutla.

“Syukurlah kedatangan Gibran yang berani meminta maaf, kepada korban dan keluarga korban keracunan omprengan MBG. Hal itu menjadi sinyal positif keberanian, di tengah pimpinan Badan Gizi Nasional sendiri, masih berkutat pada saling salah menyalahkan pengelola dapur SPPG,” katanya.

Ari pun memuji langkah taktis Gibran, yang meminta korban keracunan MBG untuk menjalani perawatan lanjutan di Jakarta. Hal itu menegaskan peran Gibran yang menjadi representasi hadirnya pemerintah, sekaligus menampik tudingan banyak pihak, yang banyak memberikan kritik negatif kepada wapres yang disebut minim kerja.

“Dan yang mengesankan, Gibran mau memboyong korban keracunan omprengan MBG, untuk berobat lanjutan ke Medan atau Jakarta. Sementara dari kedatangannya ke Kalimantan, untuk memberi dukungan bagi upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan, agar lebih terkoordinasi,” katanya.

“Gibran menutupkan sebuah pesan politik yang jelas artikulasinya. Yakni upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan hendaknya tidak melupakan penanganan bagi satwa-satwa yang terdampak,” kata Ari Junaedi yang kini dipercaya menjadi tim ahli, di sejumlah pemerintahan daerah seperti Bali dan Yogyakarta.

Ari melanjutkan, harus disadari kebakaran besar hutan dan lahan di sejumlah wilayah di tanah air, tidak saja menghanguskan tanaman liar dan satwa yang ada, tetapi juga merusak ekosistem secara keseluruhan. Kehadiran Gibran ke lokasi menjadi penting, karena pemerintah juga perlu memiliki skenario, ketika satwa harus segera dipindahkan dari habitat yang terancam, menuju kawasan yang lebih aman.

Dalam konteks itu, Ari melihat langkah Gibran turun langsung, sebagai momentum yang dapat menghasilkan tindak lanjut. Menurutnya, perhatian Wapres Gibran akan memiliki arti lebih besar, apabila berujung pada kebijakan yang dapat diterapkan ketika krisis serupa kembali terjadi.

“Di tengah polemik penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta kontroversi pelaksanaan program MBG, setidaknya Gibran memberi sinyal, bahwa dirinya bukan sosok yang selama ini terkonstruksikan dalam pandangan publik, sebagai orang “yang tidak bisa bekerja”. Tetapi Gibran adalah figur dari orang yang bisa bekerja, bahkan mengambil celah, yang selama ini luput dari perhatian Presiden dan para pembantunya,” ucap Ari.

Wapres Gibran Rakabuming Raka selama beberapa pekan terakhir, turun langsung mengunjungi warga terdampak kebakaran hutan di Kalimantan, keluarga petugas yang gugur. Serta memantau penanganan satwa terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Gibran juga mendatangi korban keracunan MBG di Kabupaten Karo, menemui siswa dan orangtua, serta memastikan kebutuhan dan biaya pengobatan ditanggung pemerintah. Gibran turut menyampaikan permohonan maaf, kepada para korban dan warga terdampak, sebagai bentuk respons langsung pemerintah.

“Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan. Karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih,” kata Wapres Gibran saat kunjungan kerja ke Kalimantan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....