TNI dan US Army Uji Manuver Serangan Bunker dan Parit di SGS
- 13 Sep 2026 01:40 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Manuver Tempur TNI dan US Army Perkuat Interoperabilitas di SGS 2026
- Serbuan Bunker dan Parit, TNI- US Army Uji Kesiapan Tempur di SGS 2026
- Latihan Tembak Tempur SGS 2026, TNI dan US Army Perkuat Kerja Sama di Medan Pertempuran
RRI.co.id, Jakarta - Prajurit TNI bersama personel US Army menguji kemampuan manuver dan serangan terpadu melalui Live Fire Exercise (LFX) tingkat peleton dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026.
Latihan yang berlangsung di daerah latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatra Selatan, Rabu 9 September 2026, menggunakan skenario serangan terhadap sasaran berupa bunker dan parit.
Sebanyak 124 personel terlibat dalam latihan tersebut. Mereka terdiri atas 50 prajurit TNI dan 74 personel US Army yang bergerak secara terpadu dari titik berkumpul menuju titik pencar sebelum melaksanakan serbuan ke sasaran.
Memasuki tahap serangan, unsur bantuan melakukan manuver lambung untuk mendukung pergerakan unsur tempur menuju titik aksi. Setelah tembakan mortir dan senapan mesin ringan diarahkan ke sasaran, pasukan bergerak maju untuk melaksanakan serbuan.
Pergerakan pasukan tidak berlangsung tanpa rintangan. Prajurit harus melewati berbagai hambatan, termasuk kawat berduri, sebelum mendekati sasaran utama.
Setelah rintangan berhasil dibuka, unsur tempur melanjutkan pergerakan menuju bunker dan parit untuk menguasai sasaran secara bertahap hingga mencapai posisi terakhir. Seluruh tahapan dilakukan dengan menjaga koordinasi dan komunikasi antarpersonel.
Latihan ini menjadi sarana untuk menguji penerapan taktik, teknik, dan prosedur dalam situasi pertempuran yang dibuat mendekati kondisi nyata. Kerja sama antara TNI dan US Army juga memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk saling memahami prosedur operasi serta pola koordinasi di lapangan.
Melalui LFX, kemampuan prajurit dalam hal ketepatan, kecepatan, kesiapsiagaan, komunikasi, dan koordinasi terus diasah. Lebih dari itu, latihan bersama menjadi bagian penting dalam memperkuat interoperabilitas antara TNI dan US Army.
Interoperabilitas tersebut menjadi salah satu tujuan penting dalam SGS 2026, sehingga setiap unsur dari negara peserta mampu bekerja secara efektif ketika melaksanakan operasi bersama.
Latihan ini sekaligus memperkuat semangat Together We Train, Strength Through Partnership, bahwa kemampuan tempur tidak hanya dibangun melalui latihan individu, tetapi juga melalui kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan antarnegara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....