TNI AD dan Air Defense US Army Latihan Penembakan Sasaran

  • 10 Sep 2026 11:17 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Mistral dan Stinger Uji Kesiapan Pertahanan Udara di SGS 2026
  • TNI dan US Army Uji Kemampuan Pertahanan Udara di SGS 2026
  • Rudal Mistral dan Stinger Hadapi Target Udara di SGS 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - Kemampuan pertahanan udara TNI Angkatan Darat bersama Air Defense US Army diuji dalam latihan penembakan sasaran udara pada Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026.

Latihan berlangsung di Lapangan Tembak Staling Armed Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu 9 September 2026.

Dalam latihan tersebut, prajurit Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya mengoperasikan Rudal Mistral, sementara personel Air Defense US Army menggunakan Rudal Stinger. Kedua unsur tersebut melaksanakan penembakan terhadap sasaran udara berupa pesawat tanpa awak.

Latihan ini menjadi bagian dari upaya menguji kesiapan dan kemampuan unsur pertahanan udara dalam menghadapi potensi ancaman dari udara. Selain kemampuan teknis, latihan juga menekankan koordinasi dan kesamaan prosedur antara prajurit TNI dan US Army.

Penggunaan dua sistem pertahanan udara dalam satu latihan memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk saling bertukar pengalaman dan memahami prosedur operasional masing-masing.

BACA JUGA : Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika Hadiri Latgab SGS

BACA JUGA : Marinir Uji Kemampuan Tempur Jarak Dekat dan Raid Malam di SGS 2026

Setelah rangkaian penembakan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan Brevet Air Defence Indonesia kepada personel US Army. Sebaliknya, prajurit TNI juga menerima Brevet Air Defence US Army.

Penyematan brevet tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kemampuan, dedikasi, dan profesionalisme prajurit sekaligus simbol kualifikasi di bidang pertahanan udara.

Melalui latihan SGS 2026, TNI dan US Army tidak hanya menguji kesiapan menghadapi ancaman udara, tetapi juga memperkuat interoperabilitas serta membangun kesamaan pemahaman dan prosedur dalam pelaksanaan operasi bersama.

Pertukaran pengalaman dan pengetahuan selama latihan diharapkan semakin meningkatkan profesionalisme dan kesiapan prajurit dalam mendukung kemampuan pertahanan udara kedua negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....