Peneliti Dorong Kajian Matang Rencana BLU Pengadaan Batu Bara untuk Pembangkit

  • 01 Sep 2026 23:08 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Peneliti Energi Alpha Research Ferdy Hasiman mendorong pemerintah mengkaji secara komprehensif rencana pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) yang akan menangani pengadaan dan tata kelola batu bara untuk pembangkit listrik. Menurutnya, perancangan kelembagaan yang matang penting agar tujuan efisiensi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan operasional pembangkit.

Ferdy mengatakan mekanisme pengadaan batu bara memiliki karakteristik yang kompleks karena harus menyesuaikan kebutuhan masing-masing pembangkit. Menurutnya pengadaan batu bara tidak bisa hanya dilihat dari sisi harga dan mekanisme pembelian.

“Kualitas, spesifikasi, volume, waktu pengiriman, hingga karakteristik masing-masing pembangkit harus menjadi pertimbangan dalam menentukan pasokan,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Ia menilai pembagian kewenangan antara BLU dan pengelola pembangkit perlu dirumuskan secara jelas. Langkah tersebut dinilai dapat membantu memastikan proses pengadaan berjalan efektif, termasuk ketika pembangkit memerlukan pasokan dengan spesifikasi tertentu dalam waktu yang cepat.

Menurut Ferdy, sistem kelistrikan juga membutuhkan tingkat fleksibilitas yang memadai agar mampu merespons perubahan kebutuhan operasional maupun potensi gangguan pasokan.

“Yang penting jangan sampai fungsi pengadaan dipisahkan sedemikian rupa sehingga kebutuhan operasional pembangkit menjadi tidak fleksibel,” katanya.

Ia berharap pembentukan BLU dapat menjadi instrumen yang menghadirkan efisiensi sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik. Untuk itu, kajian mengenai desain kelembagaan, pembagian kewenangan, skema pembiayaan, dan mekanisme pasokan dinilai perlu disiapkan secara menyeluruh sebelum kebijakan tersebut diimplementasikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....