Jasaraharja Putera bersama Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Desa Adat Sade
- 28 Agt 2026 17:16 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Pemerintah bersama pemangku kepentingan lintas sektor, merumuskan langkah penanganan jangka menengah dan panjang, pascabencana kebakaran yang melanda Desa Adat Sade
- Selain percepatan rekonstruksi fisik kawasan, penguatan tata kelola risiko, dan ketahanan mitigasi bencana di destinasi pariwisata, menjadi fokus utama pemulihan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah bersama pemangku kepentingan lintas sektor, merumuskan langkah penanganan jangka menengah dan panjang, pascabencana kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Selain percepatan rekonstruksi fisik kawasan, penguatan tata kelola risiko, dan ketahanan mitigasi bencana di destinasi pariwisata, menjadi fokus utama pemulihan.
Peristiwa kebakaran yang menghanguskan permukiman adat itu, terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Menindaklanjuti musibah itu, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, memimpin rapat koordinasi pemulihan, di Politeknik Pariwisata Lombok, Kamis, 27 Agustus 2026. Sebelum rapat digelar, jajaran kementerian bersama pemerintah daerah, dan perwakilan dunia usaha, meninjau langsung kondisi lapangan.
Rapat koordinasi dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bappenas, Gubernur NTB, Bupati Lombok Tengah. Serta jajaran Badan BUMN dan swasta, seperti PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT Jasaraharja Putera.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menegaskan, pemulihan kawasan wisata berbasis budaya seperti Desa Adat Sade, tidak hanya mencakup pemulihan fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi warga. Pemerintah telah membentuk tim kerja, untuk pendataan warga terdampak, penggalangan donasi, hingga pendampingan fasilitas penampungan sementara.
”Pemulihan Desa Adat Sade perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, agar masyarakat dapat kembali aktif bekerja, dan anak-anak kembali sekolah. Mengingat pembangunan kembali membutuhkan sumber daya yang besar, keterlibatan pihak swasta dan pemangku kepentingan menjadi penting,” ujar Widiyanti.
Widiyanti menambahkan, proses rekonstruksi rumah adat, nantinya wajib mengintegrasikan aspek keselamatan, dan teknologi ramah bencana, tanpa menghilangkan nilai kearifan lokal. Pola penataan itu, ditargetkan menjadi proyek percontohan (pilot project), pembentukan desa adat yang tangguh bencana di Indonesia.
Sementara itu, sektor industri asuransi dan pengelolaan risiko, menyoroti pentingnya langkah mitigasi terpadu, di area destinasi wisata vital. Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris menyampaikan, aspek ketahanan destinasi pariwisata, tidak hanya diukur dari penanganan pasca-kejadian, melainkan dari sejauh mana mitigasi dan proteksi dapat meminimalkan dampak risiko.
“Kami menyampaikan keprihatinan, atas musibah kebakaran yang terjadi di Desa Adat Sade, dan dampaknya terhadap masyarakat. Kami memandang pengelolaan risiko sebagai bagian yang tidak terpisahkan, dari upaya membangun destinasi pariwisata yang aman dan berkelanjutan,” kata Abdul Haris.
“Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, PT Jasaraharja Putera berkomitmen untuk terus berkontribusi, dalam penguatan pemahaman dan pengelolaan risiko, sehingga pelindungan bagi masyarakat maupun wisatawan dapat semakin optimal. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami, untuk terus Melayani Sepenuh Hati,” tambahnya.
Melalui keterlibatan dalam forum koordinasi dan peninjauan lapangan, PT Jasaraharja Putera terus mendukung upaya bersama, dalam menciptakan tata kelola risiko pariwisata yang lebih terintegrasi. Komitmen itu menjadi bagian dari peran PT Jasaraharja Putera, dalam menghadirkan nilai tambah melalui perlindungan, dan pengelolaan risiko, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....