Kunjungi Sumut, Pemulihan Pascabencana Jadi Perhatian Wapres Gibran

  • 07 Sep 2026 11:36 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau sejumlah titik pemulihan pascabencana di Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Tapanuli Selatan
  • Rangkaian kunjungan mencakup hunian warga, sekolah, jembatan, hingga infrastruktur pengendalian bencana

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau sejumlah titik pemulihan pascabencana di Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Tapanuli Selatan, Jumat, 4 September 2026. Rangkaian kunjungan mencakup hunian warga, sekolah, jembatan, hingga infrastruktur pengendalian bencana.

Di sejumlah lokasi, proses pemulihan telah berjalan. Di Aek Parombunan misalnya, sebagian hunian tetap telah diserahterimakan kepada warga, sementara pembangunan unit lainnya masih berlangsung. Sementara di Tapanuli Selatan, pemerintah juga terus mendorong percepatan hunian permanen, bagi masyarakat yang masih berada dalam masa transisi.

Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Wahyu Ario Pratomo, menilai perhatian Wapres terhadap persoalan hunian dan layanan dasar, menjadi penting. Karena pemulihan tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan fisik.

“Ukuran keberhasilan pemulihan tidak boleh berhenti, pada berapa rumah yang selesai dibangun, atau berapa kilometer jalan yang telah diperbaiki. Pemerintah perlu melihat apakah masyarakat sudah benar-benar dapat menjalani kehidupan secara normal,” ujar Wahyu dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.

Wahyu juga menilai, penekanan Wapres agar pemulihan menyentuh pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas ekonomi masyarakat, merupakan arah yang tepat. Menurutnya, hunian baru harus dibarengi dengan tersedianya layanan dasar, dan sumber penghidupan warga.

“Hunian harus terhubung dengan air bersih, sanitasi, listrik, sekolah, fasilitas kesehatan, transportasi, pekerjaan, dan pusat kegiatan ekonomi. Kalau rumah selesai, tetapi warga kehilangan sumber penghidupan, maka secara substantif proses pemulihan belum selesai,” kata Wahyu

Ia menambahkan, kunjungan Wapres itu perlu menjadi momentum, untuk memastikan rekonstruksi tidak hanya mengembalikan kondisi sebelum bencana. Tetapi juga membuat masyarakat lebih aman, dan lebih tangguh menghadapi risiko berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....