PerpusBI Bahas Transformasi Radio di Era Digital

  • 27 Agt 2026 12:45 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • PerpusBI Bahas Transformasi Radio di Era Digital

RRI.CO.ID, Jakarta - Perpustakaan Umum Bank Indonesia (PerpusBI) menggelar talkshow “Peran Radio dari Dulu hingga Sekarang: How Radio Reinvented Itself in the Digital Era”, Rabu (26/8/2026), di Lounge Perpustakaan Umum Bank Indonesia, Jakarta. Kegiatan ini membahas perjalanan radio sebagai media komunikasi sekaligus kemampuannya beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan Siti Senorita Printaningrum selaku Kepala Divisi Sistem Pembelajaran dan Perpustakaan (DSIP) Bank Indonesia. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran radio dalam perjalanan sejarah Indonesia, khususnya sebagai salah satu media yang menyebarluaskan kabar kemerdekaan Republik Indonesia kepada masyarakat hingga ke dunia internasional.

Menurut Senorita, radio memiliki posisi penting dalam sejarah komunikasi Indonesia. Dari masa ketika radio menjadi salah satu sarana utama penyebaran informasi kemerdekaan, hingga saat ini, radio terus menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Perkembangan teknologi tidak membuat radio kehilangan relevansinya, tetapi justru mendorong media tersebut untuk menemukan bentuk dan cara baru dalam menjangkau masyarakat.

Pesan tersebut menjadi relevan dengan tema talkshow yang mengangkat bagaimana radio melakukan reinvention di tengah perkembangan internet, media sosial, streaming, podcast, dan berbagai platform digital. Radio kini tidak hanya hadir melalui siaran konvensional, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem media digital.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti sekitar 100 peserta, terdiri atas pegawai Bank Indonesia, mitra strategis, dan masyarakat umum. PerpusBI menghadirkan talkshow tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi, memperkaya wawasan, serta menyediakan ruang pembelajaran dan diskusi mengenai isu yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kehidupan masyarakat.

Yanti Rahminur dari RRI dan Yusril Fahriza dari GEN FM sebagai Narasumber Talkshow: Peran Radio dari dulu hingga sekarang: How Radio Reinvented Itself In The Digital Era (Foto: Jordan/RRI)

Talkshow menghadirkan dua perspektif dari dunia radio. Komedian sekaligus penyiar radio Yusril Fahriza membawakan sesi “Beyond the Airwaves: How Radio Builds Connection in the Digital Age”, yang membahas bagaimana radio komersial membangun kedekatan dengan audiens melalui personality penyiar, storytelling, komunitas, dan pengembangan konten ke berbagai platform digital.

Sementara itu, Yanti Rahminur, S.S., M.Ikom, Ketua Tim Konten Media Baru Radio Republik Indonesia (RRI), menghadirkan perspektif radio publik melalui sesi “Staying Relevant, Staying Trusted: The Reinvention of Public Radio in the Digital Era”.

Dalam sesi tersebut, transformasi RRI dibahas sebagai perjalanan dari media penyiaran konvensional menuju ekosistem media publik multiplatform. RRI terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui streaming, media sosial, podcast, hingga layanan digital seperti RRI Digital, dengan tetap mempertahankan mandatnya dalam memberikan informasi, edukasi, hiburan sehat, dan pelayanan publik.

Perubahan teknologi juga membawa perubahan terhadap profesi penyiar. Penyiar radio saat ini tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berbicara di depan mikrofon, tetapi juga mampu menjadi content creator, memahami karakter audiens digital, serta membangun engagement melalui berbagai platform.

Meski demikian, kekuatan utama radio tetap terletak pada kemampuannya membangun hubungan emosional dengan pendengar. Suara, storytelling, theater of the mind, serta karakter personal penyiar menjadi kekuatan yang membuat radio tetap memiliki tempat di tengah hadirnya berbagai platform digital.

Diskusi juga menegaskan bahwa teknologi tidak semestinya dipandang semata-mata sebagai ancaman bagi media konvensional. Teknologi justru dapat menjadi peluang untuk memperluas jangkauan, mengembangkan format konten, dan menciptakan bentuk interaksi baru dengan audiens.

Melalui talkshow ini, PerpusBI mengajak peserta melihat perjalanan radio sebagai contoh nyata bagaimana sebuah media mampu bertahan melalui kemampuan beradaptasi dan melakukan reinvention. Radio telah melewati berbagai perubahan teknologi, dari era siaran konvensional hingga ekosistem digital, namun tetap mempertahankan fungsi pentingnya sebagai media yang dekat dengan masyarakat.

Dari sejarah menyebarluaskan berita kemerdekaan hingga hadir di berbagai platform digital saat ini, perjalanan radio menunjukkan satu hal penting: teknologi boleh berubah, tetapi kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang relevan, terpercaya, dan dekat akan selalu ada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....