Menhaj ke Jajaran: Isi Kemerdekaan dengan Kerja, Pengabdian, dan Integritas

  • 19 Agt 2026 06:49 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochammad Irfan Yusuf meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah mengisi kemerdekaan dengan kerja, pengabdian, dan integritas. Pesan itu disampaikan dalam Townhall Meeting, Istighosah, dan Pembinaan Pegawai Kemenhaj yang berlangsung secara hybrid, Selasa 18 Agustus 2026.

Berdasarkan siaran pers yang diterima RRI Jakarta, Rabu 19 Agustus 2026, Irfan menjelaskan perjuangan kemerdekaan tidak lepas dari peran para ulama dan kiai yang sebagian besar juga telah menunaikan ibadah haji. Menurutnya, semangat perjuangan dan pengabdian tersebut perlu diteruskan melalui penyelenggaraan haji yang semakin baik dan berintegritas.

"Kita berusaha menerapkan apa yang telah dilakukan para pendahulu. Mereka mewariskan kemerdekaan kepada kita, dan kita juga harus meninggalkan jejak dan mewariskan haji yang berintegritas,” kata Irfan sebagaimana dikutip dari siaran pers.

Irfan menukil pemikiran KH M. Hasyim Asy’ari yang menyebut hidup sebagai sebuah cerita yang perlu diisi dengan kebaikan agar dapat dikenang generasi berikutnya. Ia mengatakan prinsip tersebut perlu diterapkan jajaran Kemenhaj dalam menjalankan tugasnya.

"Saat ini kita sedang menulis cerita itu di Kementerian Haji," katanya. Momen townhall meeting bersama jajaran menjadi pengingat agar insan kementerian mulai memusatkan perhatian pada penyelenggaraan haji 2027.

Irfan mengakui tahun pertama Kemenhaj menghadapi berbagai tantangan. Namun, ia meminta seluruh pegawai tetap menjalankan amanah dengan kesungguhan, kerja keras, dan niat pengabdian.

"Seorang pemimpin tidak selalu memilih tempat yang nyaman, dan pengabdian tidak selalu berada dalam situasi yang mudah. Di mana pun kita ditempatkan, kita harus tetap berdakwah dan mengabdi dengan niat yang tulus," kata Irfan.

Masih dari siaran pers, Irfan menekankan pentingnya membangun organisasi yang sehat dengan menjadikan integritas sebagai bagian penting dari budaya kerja Kemenhaj. "Setelah selesai puja dan puji, mari kita kembali fokus memberikan yang terbaik untuk jemaah," ujarnya.

Menhaj berharap seluruh pegawai menjadikan pekerjaan yang dilakukan saat ini sebagai bagian dari sejarah Kemenhaj sekaligus warisan bagi generasi mendatang. Ia menilai pengabdian melalui penyelenggaraan haji perlu diwujudkan melalui kerja yang sungguh-sungguh dan berintegritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....