HUT RI ke-81, Menaker: Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi

  • 17 Agt 2026 12:35 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa tenaga kerja yang kompeten adalah faktor penting dalam memperkuat industrialisasi dan kemandirian ekonomi Indonesia.
  • Agenda hilirisasi, penguatan industri, ketahanan pangan dan energi memerlukan sumber daya manusia yang mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
  • Momentum Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-81 harus menjadi dorongan bagi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan mengelola potensi dan sumber daya nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai tenaga kerja yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat industrialisasi dan kemandirian ekonomi Indonesia. Menurutnya, agenda hilirisasi, penguatan industri, serta ketahanan pangan dan energi membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Plaza Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin 17 Agustus 2026. Ia mengatakan momentum kemerdekaan harus menjadi dorongan bagi Indonesia untuk meningkatkan kemampuan mengelola potensi dan sumber daya nasional.

“Tidak ada hilirisasi tanpa manusia yang mampu mengerjakannya, tidak ada industrialisasi tanpa pekerja yang kompeten, dan tidak ada kemandirian ekonomi tanpa kekuatan tenaga kerja Indonesia,” ujar Yassierli.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemnaker menetapkan empat fokus utama, yakni membangun pekerja kompeten, menciptakan pasar kerja adaptif, memperluas dunia kerja inklusif, serta memperkuat hubungan industrial. Upaya peningkatan kompetensi dilakukan melalui pelatihan vokasi, pemagangan, sertifikasi, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.

Yassierli mengatakan sistem pelatihan juga harus mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri. Perubahan akibat digitalisasi, kecerdasan artifisial, otomasi, transisi energi, dan munculnya industri baru dinilai perlu diantisipasi melalui peningkatan dan pembaruan kompetensi pekerja.

“Kita harus semakin mampu membaca perubahan kebutuhan industri agar sistem pelatihan kita tidak selalu datang terlambat. Sebab pada akhirnya, kedaulatan industri membutuhkan kedaulatan kompetensi,” katanya.

Di sisi lain, Kemnaker terus memperkuat layanan informasi pasar kerja, pencocokan tenaga kerja dengan kebutuhan industri, pemagangan, serta program reskilling dan upskilling. Berdasarkan Sakernas Mei 2026, sekitar 148 juta penduduk Indonesia tercatat bekerja dengan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,65 persen.

Yassierli menegaskan kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Karena itu, pembangunan ketenagakerjaan diarahkan agar masyarakat dapat memperoleh kompetensi, pekerjaan layak, hingga kehidupan yang lebih sejahtera.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....