Perkuat Dukungan Pariwisata Nasional, KAI Layani 259 Juta Pelanggan
- 03 Agt 2026 16:40 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Layanan KAI memudahkan masyarakat menjangkau kawasan wisata, pusat budaya, kuliner, hingga sentra ekonomi kreatif.
- Pengguna layanan KAI Wisata meningkat, menunjukkan masyarakat semakin memandang perjalanan kereta api bagian dari pengalaman wisata.
- PT Kereta Api Indonesi (Persero) mencatat hampir 259 juta pelanggan pada Semester I 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesi (Persero), disingkat KAI mencatat hampir 259 juta pelanggan pada Semester I 2026. Berdasarkan siaran pers, yang dikutip dari Antara, Senin 3 Agustus 2026, secara rinci jumlah tersebut sebanyak 258.993.359 pelanggan.
Hal ini dinilai sebagai upaya memperkuat dukungan terhadap perkembangan pariwisata nasional melalui konektivitas antardaerah. Jumlah pelanggan tersebut meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 240.805.920 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan transportasi menjadi salah satu elemen penting dalam rantai perjalanan wisata karena menentukan kemudahan akses menuju destinasi.
Menurutnya, layanan kereta api menghubungkan berbagai kota di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi Selatan sehingga memudahkan masyarakat menjangkau kawasan wisata, pusat budaya, kuliner, hingga sentra ekonomi kreatif.
"Kereta api menjadi bagian dari perjalanan wisata masyarakat. Layanan kami menghubungkan pelanggan dengan berbagai kota tujuan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi Selatan, sehingga perjalanan menuju kawasan wisata, pusat budaya, kuliner, maupun ekonomi kreatif menjadi semakin mudah, nyaman, dan efisien," kata Anne, sebagaimana dikutip dari siaran pers.
Pelayanan KAI pada Semester I 2026 mencakup layanan PSO, KA Perintis, penugasan pemerintah, serta layanan komersial. Berdasarkan pengelompokan volume pada entitas dan layanan yang menjalankan PSO, KA Perintis, atau penugasan pemerintah, tercatat 235.137.908 pelanggan atau sekitar 90,79 persen dari total pelanggan KAI Group.
Pada layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dioperasikan KAI, jumlah pelanggan mencapai 29.858.267 orang atau meningkat 8,72 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebanyak 27.463.555 pelanggan.
Layanan tersebut menghubungkan berbagai kota tujuan seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Banyuwangi, Garut, Purwokerto, Kutoarjo, hingga sejumlah kota di Sumatra.
KAI Commuter melayani 204.151.200 pelanggan sepanjang Semester I 2026 atau meningkat 6,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di Jabodetabek, layanan ini melayani mobilitas masyarakat menuju berbagai destinasi wisata, kawasan kuliner dan budaya yang terintegrasi dengan transportasi publik.
LRT Jabodebek mencatat 16.018.911 pelanggan pada Semester I 2026 atau meningkat 22,84 persen dibandingkan Semester I 2025. Sementara di Sumatra, layanan kereta api melayani mobilitas masyarakat menuju berbagai kota di pulau Sumatera yang terhubung dengan kawasan budaya, destinasi alam, pusat kuliner, bandara, serta sentra ekonomi daerah.
Di Sulawesi Selatan, layanan KA Makassar-Parepare melayani 172.015 pelanggan sepanjang Semester I 2026 atau meningkat 15,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mendukung konektivitas masyarakat sekaligus pengembangan potensi wisata dan ekonomi di sepanjang lintas operasionalnya.
KAI Wisata juga mencatat meningkatnya penggunaan layanan wisata premium sepanjang Januari hingga Juni 2026. Sebanyak 163.255 pelanggan menggunakan layanan tersebut melalui 6.312 perjalanan.
Lebih rinci, KAI Wisata terdiri atas Kereta Panoramic yang melayani 98.415 pelanggan melalui 2.708 perjalanan, Kereta Priority 57.259 pelanggan melalui 2.200 perjalanan, dan Kereta Imperial 6.471 pelanggan melalui 468 perjalanan.
Selain itu, KAI Wisata mengoperasikan sejumlah layanan tematik lainnya selama Semester I 2026. Kereta Istimewa melayani 285 pelanggan, KAIS 4 sebanyak 279 pelanggan, KA Toraja 173 pelanggan, Kereta Sumatera 183 pelanggan, Kereta Bali 163 pelanggan, KAIS 3 sebanyak 70 pelanggan, dan Kereta Nusantara sebanyak 38 pelanggan.
Menurut Anne, meningkatnya penggunaan layanan wisata premium menunjukkan masyarakat semakin memandang perjalanan kereta api sebagai bagian dari pengalaman berwisata.
"Perjalanan wisata dimulai sejak pelanggan berangkat dari stasiun. KAI akan terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan beragam sehingga perjalanan menuju destinasi menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Anne.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), yang dikutip dari siaran pers, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026 mencapai 106,16 juta perjalanan atau meningkat 8,69 persen dibandingkan Mei 2025.
Pada periode yang sama, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,38 juta kunjungan atau naik 5,83 persen, sedangkan tingkat penghunian kamar hotel berbintang mencapai 50,76 persen.
Secara global, UN Tourism mencatat pariwisata internasional masih bertumbuh pada kuartal pertama 2026 meski di tengah dinamika ekonomi dunia. Tren perjalanan juga mengarah pada experience-based tourism yang mengutamakan pengalaman, budaya lokal, keindahan alam, serta kemudahan mobilitas antardestinasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....