BPOM Ajak Masyarakat Lindungi Anak dari Penyalahgunaan Obat dan Pangan
- 24 Jul 2026 15:08 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Bertepatan dengan Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan dukungan BPOM untuk melindungi anak dari dampak penyalahgunaan obat dan konsumsi pangan yang tidak aman. Melalui tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Ia mendorong pemenuhan hak anak, pencegahan kekerasan dan penyediaan lingkungan yang aman. Adapun momentum tersebut sebagai pengingat bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggungjawab untuk memastikan setiap anak dapat tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, kesehatan, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Pesan tersebut disampaikan dalam pemutaran perdana film “Sahabat Anak”, di Atrium Mall Bassura, Jakarta Timur, pada Kamis 23 Juli 2026. Taruna Ikrar mengapresiasi penayangan itu, lantaran karya tersebut mengangkat nilai-nilai persahabatan, empati, pendidikan karakter, dan perlindungan anak. Bagi Taruna Ikrar, film menjadi media edukasi yang efektif untuk menanamkan pesan positif kepada keluarga Indonesia.
Momentum ini sebagai pengingat bahwa menciptakan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Semangat itu mengemuka saat Kepala BPOM, Taruna Ikrar, bersama pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto, menyerukan pentingnya membangun ekosistem yang aman, sehat bagi tumbuh kembang anak Indonesia. Keduanya mengajak seluruh komponen terkait seperti orang tua, masyarakat, pemerintah, hingga pelaku usaha untuk bersinergi membangun generasi muda dari ancaman peredaran obat dan makanan yang tidak aman, termasuk penyalahgunaan obat.
Taruna Ikrar menjelaskan bahwa tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Anak-anak membutuhkan pangan yang aman dan bergizi, obat yang bermutu serta vaksin yang terjamin mutu, keamanan, dan khasiatnya.
Untuk itu, BPOM memperkuat pengawasan terhadap obat dan makanan, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan dilakukan melalui sistem pengawasan obat dan makanan pre market dan post market, sejak tahap produksi hingga produk beredar di masyarakat.
“Anak Indonesia harus tumbuh sehat dan bahagia. Perlindungan anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan kasih sayang, tetapi juga memastikan mereka terhindar dari pangan yang tidak aman, obat-obatan berbahaya, hingga berbagai produk kesehatan yang tidak memenuhi standar,” ujar Taruna Ikrar.
Sementara itu, Kak Seto yang selama puluhan tahun telah mendedikasikan hidupnya untuk perlindungan anak menyampaikan apresiasi terhadap komitmen BPOM tersebut.
"Rumah harus menjadi tempat paling aman bagi anak. Orang tua bukan harus menghadirkan rasa nyaman, aman, komunikasi yang baik, dan kasih saying tidak hanya kebutuhan fisik," kata Kak Seto.
Kolaborasi antara BPOM dan Kak Seto juga diupayakan melalui edukasi kepada masyarakat agar cerdas dalam memilih produk obat dan makanan yang aman, bermutu dan bermanfaat. Salah satu kampanye yang digaungkan adalah budaya Cek KLIK, yaitu memastikan kemasan dalam kondisi baik, membaca label, memeriksa izin edar, dan mengecek masa kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat dan makanan. Edukasi sederhana ini dinilai mampu melindungi anak dari risiko memilih dan mengonsumsi obat dan pangan yang tidak memenuhi ketentuan.
Taruna Ikrar mengajak para orang tua untuk menerapkan Cek KLIK. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membangun kesadaran anak untuk menjadi konsumen yang cerdas sejak usia dini.
Selain keamanan pangan, perhatian juga diberikan terhadap meningkatnya ancaman penyalahgunaan obat di kalangan remaja. Taruna Ikrar menegaskan bahwa edukasi harus dimulai sejak dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat agar anak memiliki pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan obatdan upaya pencegahannya. BPOM akan terus meningkatkan jangkauan edukasi agar masyarakat mampu mengenali dan menggunakan produk yang aman.
Kak Seto menilai pendekatan edukatif jauh lebih efektif dibandingkan memberikan larangan. Anak perlu diajak berdialog, diberikan ruang untuk bercerita, serta didampingi dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Pendidikan karakter tidak hanya diberikan pada ruang kelas, namun juga melalui tontonan yang mendidik dan mampu menginspirasi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang peduli, jujur, serta bertanggung jawab. Kolaborasi ini diharapkan dapat melindungi generasi penerus bangsa, dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....