Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Peluang Kerja TKI

  • 14 Jul 2026 16:42 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memimpin delegasi ke Jepang pada 8-12 Juli 2026 untuk memetakan kebutuhan industri dan menyelaraskan kompetensi tenaga kerja Indonesia.
  • Jepang membuka peluang kerja besar untuk tenaga kerja Indonesia terutama di sektor otomotif, transportasi, konstruksi, pertanian, dan caregiving dengan penilaian positif terhadap kemampuan adaptasi mereka.
  • Kemnaker akan memperkuat pelatihan vokasi dengan mendekatkan kurikulum ke kondisi kerja nyata, meningkatkan kualitas instruktur, dan memprioritaskan pembelajaran praktik serta komunikasi berbahasa Jepang teknis.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memetakan kebutuhan industri di Jepang untuk menyelaraskan penyiapan tenaga kerja Indonesia dengan kebutuhan dunia usaha di negara tersebut. Pemetaan dilakukan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor bersama delegasi saat kunjungan kerja ke Jepang pada 8–12 Juli 2026.

Selama kunjungan, delegasi Kemnaker berdialog dengan KBRI Tokyo, lembaga pelatihan dan penempatan, perusahaan penerima tenaga kerja Indonesia, serta Sekretariat Asian Productivity Organization (APO). Hasil pertemuan tersebut menjadi bahan penyusunan strategi peningkatan kompetensi, penempatan, dan perlindungan tenaga kerja Indonesia.

"Peluang kerja di Jepang harus kita siapkan dengan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Penyiapan SDM tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa, pemahaman budaya kerja, dan kesiapan beradaptasi," ujar Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Selasa 14 Juli 2026.

Afriansyah mengatakan Jepang masih membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, terutama di sektor otomotif, transportasi, konstruksi, pertanian, caregiving, dan berbagai bidang lain yang membutuhkan tenaga kerja terampil. Menurutnya, perusahaan di Jepang juga memberikan penilaian positif terhadap kemampuan adaptasi tenaga kerja Indonesia.

Kemnaker mencatat pelatihan vokasi perlu semakin mendekati kondisi kerja nyata di perusahaan Jepang, termasuk penguasaan praktik kerja, keselamatan kerja, disiplin, serta kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang teknis. Penguatan kurikulum dan peningkatan kualitas instruktur juga menjadi perhatian dalam penyempurnaan program pelatihan.

"Kita ingin memastikan pelatihan vokasi benar-benar menjawab kebutuhan industri. Masukan langsung dari perusahaan di Jepang menjadi penting untuk memperbaiki kurikulum, meningkatkan kualitas instruktur, dan memperkuat pembelajaran berbasis praktik," kata Afriansyah.

Selain membahas peningkatan kompetensi, kunjungan tersebut juga menyoroti penguatan perlindungan tenaga kerja Indonesia di Jepang melalui pendampingan, layanan pengaduan, serta pembekalan kesiapan mental dan budaya kerja. Kemnaker berharap hasil pemetaan tersebut dapat memperkuat pelatihan, sertifikasi, penempatan, dan perlindungan tenaga kerja Indonesia agar semakin siap bersaing di pasar kerja global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....