Perkuat Ketersediaan Air, Presiden Resmikan Bendungan di Lima Provinsi

  • 11 Jul 2026 17:43 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di lima provinsi secara serentak, Jumat, 10 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, menjamin ketersediaan air, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dua di antaranya, Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Aceh Utara, merupakan proyek yang dibangun PT Brantas Abipraya (Persero).

Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara Bendungan Keureuto, Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali diresmikan secara hybrid.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa bendungan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, keberadaan bendungan harus memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian dengan memastikan pasokan air dapat menjangkau lahan para petani.

“Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” kata Presiden Prabowo.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan bendungan bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi kedaulatan bangsa melalui peningkatan ketahanan air dan pangan.

Bendungan Sidan dibangun dengan kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik. Bendungan ini akan memasok air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik, mengairi lahan pertanian seluas 9.598 hektare melalui jaringan irigasi sepanjang 123,19 kilometer, mengurangi potensi banjir di kawasan seluas 108 hektare, serta menghasilkan listrik sebesar 8,08 megawatt.

Sementara itu, Bendungan Keureuto menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air yang mendukung sektor pertanian di Aceh Utara. Bendungan tersebut menyediakan air baku berkapasitas 650 liter per detik bagi lima kecamatan, yakni Paya Bakong, Tanah Luas, Pirak Timu, Matang Kuli, dan Lhoksukon. Selain itu, bendungan ini mampu mereduksi banjir hingga 627 hektare serta memiliki potensi pengembangan PLTS apung berkapasitas 179 megawatt dan PLTA sebesar 6,3 megawatt.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, mengatakan pembangunan kedua bendungan tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap agenda pembangunan nasional di bidang ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air.

Menurut Dian, manfaat bendungan tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga masyarakat luas melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, penyediaan energi terbarukan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Brantas Abipraya merupakan salah satu BUMN konstruksi yang mengerjakan berbagai proyek strategis nasional di bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, gedung, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya. Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto menambah daftar infrastruktur yang telah dibangun perusahaan untuk mendukung pemerataan pembangunan dan target Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....