Hari Kebebasan Pers Sedunia, Meutya Tekankan Pentingnya Kolaborasi

  • 03 Mei 2026 09:08 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat ekositem pers yang sehat dan berkelanjutan di tengah tantangan era digital. Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Arena Car Free Day, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat, Minggu 3 Mei 2026.

Meutya mengatakan, arus informasi yang semakin cepat menuntut insan pers dan penyiaran untuk terus beradaptasi, sekaligus menjaga kualitas serta akurasi informasi yang disamapaikan kepada publik. Ia menekankan bahwa informasi yang benar merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus dijaga.

"Informasi yang benar adalah bagian dari hak asasi manusia. Karenaitu, kita harus selalu menjaganya, karena itu juga merupakan amanat undang-undang," ujar Meutya.

Ia juga menyoroti pentingnga kolaborasi dalam menghadapi perubahan besar di industri media. Menurutnya, tanpa kolaborasi, media akan kesulitan bertahan di tengah disrupsi digital yang kompleks.

"Kunci kita untuk bertahan dalam era yang sangat cepat ini, khususnya bagi teman-teman penyiaran, adalah kolaborasi," katanya.

Lebih lanjut, Meutya menyebut tantangan yang dihadapi industri media saat ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga secara global. Karena itu, Pemerintah terus membuka ruang komunikasi dengan pelaku industri untuk mencari solusi bersama.

"Kita tahu tidak hanya mejaga berita yang benar yang menjadi tantangan di era digital ini, tapi juga bagaimana mempertahanakan keberlanjutan media. Tantangannya luar biasa," ucapnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus berkolaborasi dengan pelaku industri media, termasuk dalam penyusunan kebijakan yang dapat mendukung keberlangsungan industri penyiaran ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....