Reaktivasi Jalur Kereta Jadi Kunci Pemerataan Akses dan Ekonomi Daerah

  • 26 Apr 2026 13:07 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Reaktivasi jalur kereta menjadi langkah strategis untuk membuka akses wilayah sekaligus mengurangi tekanan mobilitas dan logistik menuju Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Reaktivasi jalur kereta api menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat konektivitas nasional. Di tengah ketimpangan akses transportasi di berbagai wilayah, pengaktifan kembali jalur rel yang non-aktif dinilai dapat membuka peluang pemerataan pembangunan.

Data Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menunjukkan total panjang jaringan kereta api di Indonesia mencapai 9.178 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.233 kilometer merupakan jalur non-aktif yang belum dimanfaatkan secara optimal .

Kondisi ini mencerminkan adanya potensi besar yang masih terpendam. Padahal, transportasi berbasis rel memiliki keunggulan dari sisi efisiensi, keselamatan, serta daya angkut yang tinggi dibanding moda jalan raya.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai reaktivasi jalur kereta tidak hanya menyangkut mobilitas, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi.

"Jalur yang kembali aktif berpotensi menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang lintasan," ucapnya, Minggu, 26 April 2026.

Selain itu, penguatan transportasi rel juga dapat mendorong efisiensi logistik nasional. Perpindahan angkutan barang dari jalan raya ke kereta api dinilai mampu mengurangi kemacetan serta menekan kerusakan infrastruktur jalan.

Bagi masyarakat di Jakarta, reaktivasi jalur kereta di daerah juga memiliki dampak tidak langsung yang signifikan. Konektivitas wilayah yang semakin baik di luar ibu kota dapat mengurangi arus urbanisasi sekaligus menekan beban mobilitas dan distribusi logistik menuju Jakarta.

Dari sisi pariwisata, reaktivasi jalur kereta juga membuka akses ke berbagai destinasi yang sebelumnya sulit dijangkau. Dengan perencanaan yang matang dan integrasi antarmoda, reaktivasi ini diharapkan mampu mendorong konektivitas nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....