FKPPI Tegaskan Peran sebagai Kekuatan Sosial
- 15 Apr 2026 14:21 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta : Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI), menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi kekuatan sosial, dalam menjaga kedaulatan bangsa. Di tengah dinamika politik nasional, FKPPI memilih fokus pada upaya "pembebasan mental" rakyat, guna mewujudkan kemerdekaan yang substantif.
Hal tersebut mengemuka dalam acara silaturahmi Halalbihalal FKPPI, yang digelar di Griya Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, 15 April 2026. Ketua Umum FKPPI, Pontjo Sutowo menekankan, acara silaturrahmi itu bukan sekadar seremoni rutin, melainkan momentum untuk membangun kesamaan pandangan, dalam menghadapi tantangan nasional yang kian kompleks.
"Esensi Indonesia adalah kemerdekaan bagi seluruh rakyat, bukan sekadar entitas negara. Kita harus menyadari bahwa meski penjajahan fisik telah berakhir, tantangan hari ini adalah penjajahan mental yang masih berlangsung," ujar Pontjo.
Menurut Pontjo, tanpa adanya pembebasan mental, bangsa Indonesia berisiko terjebak dalam bentuk-bentuk kolonialisme baru. Oleh karena itu, FKPPI merasa memikul tanggung jawab moral, untuk melanjutkan semangat perjuangan sesuai nilai-nilai UUD 1945.
"Namun, pola perjuangan masa kini telah bergeser. Dari kekuatan senjata menuju pendekatan kekuatan sosial," katanya.
Menanggapi isu mengenai arah organisasi ke depan, Pontjo menegaskan FKPPI tidak akan bertransformasi menjadi partai politik. Ia menyatakan, FKPPI tetap pada khitahnya sebagai organisasi kemasyarakatan, yang menjadi wadah artikulasi kepentingan rakyat.
"FKPPI bukan partai dalam konteks undang-undang, tetapi FKPPI adalah kekuatan masyarakat. Sejarah membuktikan bahwa gerakan besar di negeri ini, lahir dari partisipasi kolektif rakyat, bukan semata-mata dari partai politik," ucapnya.
FKPPI akan menggalang kekuatan rakyat untuk mewujudkan kemerdekaan yang utuh, baik di bidang ekonomi, politik, maupun mentalitas. Pontjo menyatakan, kemajuan bangsa tidak dapat dicapai melalui upaya pencitraan politik yang dangkal, melainkan harus didasarkan pada kejernihan berpikir, dan moralitas yang kokoh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....