Kementerian Pertahanan Gandeng PYC Buka Program Pelatihan Eksekutif TNI
- 14 Apr 2026 17:11 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia resmi membuka Program Pelatihan Eksekutif bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menjadi langkah awal penguatan kapasitas kepemimpinan strategis di sektor pertahanan.
Pembukaan program dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan selaku inspektur upacara. Turut hadir Sekretaris Jenderal Kemhan Tri Budi Utomo, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Ketut Gede Wetan Pastia, Pendiri Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Purnomo Yusgiantoro, serta Sekretaris Umum PYC Amelia Yusgiantoro.
Dalam sambutannya, Donny Ermawan menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi ruang pembelajaran strategis yang penting bagi perwira TNI dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang, baik di tingkat regional maupun global. Ia menilai penguatan kapasitas kepemimpinan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pertahanan nasional.
“Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PYC, BPSDM Kementerian Pertahanan, dan S. Rajaratnam School of International Studies di bawah Nanyang Technological University. Sinergi lintas institusi ini diharapkan mampu menghadirkan pendidikan pertahanan berstandar internasional,” kats Donny, di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Sementara itu, Purnomo Yusgiantoro menilai tantangan keamanan saat ini semakin kompleks dan multidimensi, sehingga membutuhkan pemimpin yang adaptif, visioner, serta mampu mengambil keputusan secara tepat dalam situasi dinamis. Oleh karena itu, pelatihan dirancang dengan pendekatan yang mengintegrasikan teori dan praktik untuk memberikan pemahaman yang komprehensif.
Menurutnya, secara khusus program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan analitis dan pengambilan keputusan strategis, memperdalam pemahaman terhadap dinamika keamanan regional, serta mengembangkan perspektif lintas sektor dalam merespons berbagai tantangan keamanan modern.
“Selain itu, aspek koordinasi lintas instansi juga menjadi fokus utama dalam pelatihan. Para peserta didorong untuk mampu mengoptimalkan kolaborasi antarlembaga dalam menghadapi situasi krisis yang kompleks dan cepat berubah,” ujarnya.
Sebanyak 25 personel Tentara Nasional Indonesia dari tiga matra—Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara—serta tiga perwakilan dari Dewan Pertahanan Nasional mengikuti program ini. Para peserta merupakan perwira menengah yang menduduki posisi strategis, seperti Komandan Distrik Militer hingga Komandan Pangkalan.
Kegiatan pelatihan dijadwalkan berlangsung selama dua minggu, mulai 13 hingga 24 April 2026, di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kemhan di Rumpin. Selama periode tersebut, peserta akan mengikuti berbagai sesi pembelajaran, diskusi strategis, dan studi kasus yang relevan dengan perkembangan keamanan global.
Melalui program tersebut, Kemhan berharap dapat mencetak pemimpin-pemimpin TNI yang memiliki kapasitas strategis, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjawab tantangan keamanan masa depan secara efektif dan kolaboratif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....