Komdigi-RRI Gelar Talkshow Literasi Digital untuk Lansia, Dorong Tetap Produktif
- 30 Mei 2026 22:40 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI gandeng LPP RRI menggelar talkshow literasi digital dan pagelaran wayang kulit dengan tema “Sapa Lansia: Tetap Terhubung, Bahagia, dan Anti Gaptek” di Auditorium Abdulrahman Saleh, Sabtu, 30 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital bagi kelompok lanjut usia (lansia), agar mampu memanfaatkan internet secara produktif, mulai dari mengakses informasi, layanan kesehatan, hingga menjaga hubungan sosial di era digital.
Wakil Menteri Komdigi RI, Nezar Patria, dalam tayangan video menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari peringatan Hari Lansia 2026.
“Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya kita bersama dalam menciptakan ruang digital yang inklusif, aman, dan ramah bagi lansia agar tetap terhubung, berbudaya, dan bahagia di era digital,” kata Nezar.

Ia membeberkan, berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di Indonesia pada 2026 telah mencapai 81,72 persen atau sekitar 235 juta pengguna.
“Seiring dengan perkembangan itu, kelompok lansia juga semakin aktif memanfaatkan internet, baik untuk berkomunikasi dengan anak dan cucu, juga untuk memperoleh informasi, mengakses layanan kesehatan, hingga menjaga hubungan sosial di ruang digital,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Literasi Digital Segmen Pemerintahan dan Lansia, Bambang Tri Santoso, menilai pendekatan talkshow yang dipadukan dengan pagelaran wayang kulit efektif dalam menjangkau lansia yang masih kurang familiar dengan teknologi.
“Saya rasa efektif untuk menjangkau orang-orang yang memang lansia yang masih gaptek untuk bisa berdaya di era teknologi informasi sekarang ini, yang semuanya serba canggih, serba internet,” ujarnya.
Ia menambahkan, lansia tidak hanya didorong untuk memahami penggunaan internet, tetapi juga mampu melindungi diri dari risiko digital serta memanfaatkannya untuk kegiatan produktif, termasuk mengembangkan usaha.

“Lansia adalah sosok teladan. Selain belajar untuk dirinya sendiri, mereka juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi anak dan cucunya dalam menggunakan internet secara bijak,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi dalam mendukung pemberdayaan lansia di era digital.
“Kami berharap kolaborasi pentahelix antara pemerintah, masyarakat, swasta, perguruan tinggi, dan media dapat terus terjalin untuk bersama-sama menjaga dan memajukan lansia Indonesia,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....