Ribuan Massa Majelis Ormas Islam Gelar Aksi di Kedubes AS
- 05 Apr 2026 10:28 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gelombang solidaritas dan duka cita mendalam, menyelimuti kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 5 April 2026. Ribuan massa yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI), menggelar aksi bertajuk ”Berjuta Doa dan Bela untuk Para Syuhada dan Al-Aqsha”, di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Aksi itu menjadi bentuk penghormatan terakhir, bagi tiga prajurit TNI yang gugur, saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Ketiga prajurit yang tergabung dalam Satgas UNIFIL tersebut, gugur dalam tugas menjaga perdamaian, di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di perbatasan Lebanon.
Kehilangan itu menjadi luka mendalam bagi bangsa Indonesia. Sekaligus memicu desakan kuat, agar keamanan pasukan perdamaian internasional, lebih dijamin oleh komunitas global.
Ketua Presidium MOI, KH Nazar Hari, menyatakan aksi itu bukan sekadar bentuk belasungkawa, melainkan juga protes keras atas situasi di Palestina. Ia menyoroti penutupan Masjid Al-Aqsha oleh otoritas Israel, yang telah berlangsung lebih dari 30 hari.
”Untuk pertama kalinya dalam 839 tahun, Masjid Al-Aqsha tanpa iktikaf dan tanpa salat Idul Fitri. Ini merupakan bentuk pelanggaran nyata, terhadap kebebasan beragama dan hak asasi manusia, serta penodaan terhadap kesucian tempat ibadah umat Islam,” ujar Nazar.
Selain persoalan akses ibadah, MOI juga mengecam pengesahan undang-undang baru oleh Pemerintah Israel, yang melegalkan tindakan kekerasan terhadap tahanan Palestina. ”Regulasi tersebut bahkan mencakup ancaman hukuman mati, bagi seluruh tahanan Palestina, sebuah langkah yang mengangkangi prinsip-prinsip hukum internasional, dan nilai kemanusiaan universal,” ucap Nazar.
Situasi di Gaza dan Tepi Barat yang masih dibayangi tindakan genosida, turut menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut. MOI menilai keberpihakan Amerika Serikat terhadap Israel, menjadi faktor yang memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan sikapnya, MOI menegaskan empat poin utama. Pertama, bangsa Indonesia berduka sedalam-dalamnya, atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa dalam misi UNIFIL, dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kedua, mengecam ketidakadilan Israel dan Amerika Serikat, yang telah merenggut nyawa warga sipil Palestina, maupun personel penjaga perdamaian.
Ketiga, mengutuk keras segala bentuk kejahatan kemanusiaan, termasuk penutupan Al-Aqsha dan tindakan represif terhadap tahanan. Keempat, mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret, guna menghentikan agresi Israel, serta menjamin perlindungan bagi warga sipil dan pasukan perdamaian dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....