PB PMII Peringati Harlah ke-66, Tegaskan Peran Kritis Mahasiswa

  • 26 Apr 2026 11:12 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PB PMII menggelar puncak Hari Lahir ke-66 di Jakarta pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini dihadiri tokoh nasional dan disiarkan secara langsung serta virtual sebagai momentum refleksi dan penguatan peran organisasi.

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, M. Shofiyulloh Cokro, menegaskan pentingnya menjaga jati diri organisasi. Ia mengatakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia harus tetap kritis dalam merespons dinamika sosial yang terus berkembang.

“Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia harus terus menjaga daya kritisnya dan hadir sebagai kekuatan yang mampu memberikan masukan konstruktif terhadap arah kebijakan negara,” ujar Cokro. Ia menambahkan peran kontrol sosial menjadi tanggung jawab utama kader di tengah perubahan zaman.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turut menyoroti pentingnya ketahanan pangan dalam pembangunan nasional. Ia menyatakan sektor pangan merupakan fondasi strategis yang berpengaruh terhadap stabilitas negara.

“Ketahanan pangan bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kedaulatan bangsa dan keberlanjutan pembangunan nasional,” kata Zulkifli. Ia menegaskan penguatan sektor pangan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyampaikan harapan agar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menjadi mitra strategis pemerintah. Ia menilai kolaborasi diperlukan untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat secara merata.

“Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia diharapkan mampu bertransformasi menjadi mitra strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat,” ucap Muhaimin. Muhaimin yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII menambahkan sinergi antara organisasi mahasiswa dan pemerintah perlu diperkuat.

Peringatan Hari Lahir ke-66 ini juga menjadi ruang konsolidasi gagasan bagi seluruh kader. Melalui forum tersebut, organisasi memperkuat komitmen dalam menjawab tantangan sosial dan kebangsaan yang semakin kompleks.

Acara ditutup dengan harapan agar hasil dari konsolidasi gagasan tersebut dapat diimplementasikan melalui program kerja nyata di tingkat pusat hingga daerah. Penguatan peran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dalam mengawal kebijakan negara dan pemberdayaan masyarakat diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk tanggung jawab sosial organisasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....