PLN EPI-Kemendesa PDT Percepat Target Net Zero Emission

  • 26 Feb 2026 23:02 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat kolaborasi strategis dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) dalam rangka mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE), melalui program cofiring biomassa pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kemendesa PDT. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Menteri Desa dan PDT Republik Indonesia Ahmad Riza Patria, Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir, serta jajaran kedua institusi.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menyampaikan, pada 2026 perseroan menargetkan pasokan biomassa sebesar 3,65 juta ton untuk 52 PLTU PLN di seluruh Indonesia. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 2,4 juta ton.

“Target ini membutuhkan kolaborasi multipihak. Desa memegang peran kunci karena sumber biomassa banyak tersebar di wilayah pedesaan, baik dari limbah industri kayu, sekam padi, maupun residu pertanian lainnya,” ujar Hokkop, di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menegaskan, pengembangan biomassa tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Rantai pasok biomassa mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga distribusi ke lokasi pengumpulan atau PLTU melibatkan partisipasi aktif warga dan pelaku usaha lokal.

Menurutnya, dukungan Kemendesa PDT sangat strategis karena desa merupakan ujung tombak pengembangan biomassa dan bioenergi. Limbah perkebunan dan pertanian yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal kini berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria menyambut baik kerja sama tersebut. Ia meminta jajarannya segera melakukan pemetaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), khususnya di wilayah ring-1 sekitar PLTU, yang berpotensi dilibatkan dalam rantai pasok biomassa.

“Kita perlu menyusun perencanaan empat tahun ke depan, berapa desa yang bisa dilibatkan bersama PLN EPI. Hampir semua desa memiliki potensi bahan baku biomassa, tetapi perlu pemetaan agar program berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Riza Patria.

Kolaborasi tersebut diharapkan memberikan manfaat ganda, yakni memastikan pencapaian target pasokan biomassa untuk mendukung program cofiring PLTU sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Melalui sinergi ini, PLN EPI dan Kemendesa PDT berkomitmen membangun ekosistem biomassa berbasis desa yang terstruktur dan berkelanjutan. Pelibatan aktif BUMDesa dan masyarakat dalam rantai pasok biomassa diharapkan menjadi kontribusi nyata terhadap transisi energi nasional serta percepatan pencapaian target Net Zero Emission Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....