Matakin Gaungkan Pesan Keadilan dan Kepedulian
- 23 Feb 2026 17:12 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Perayaan Hari Raya Keagamaan Khonghucu Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tingkat nasional digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, pada Minggu 22 Februari 2026. Acara ini mengusung tema ‘Bila Ada Keadilan, Tiada Persoalan Kemiskinan’.
Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), Budi Santoso Tanuwibowo mengatakan bahwa Imlek memiliki makna yang mendalam dan multi-dimensi. Menurutnya, Imlek tidak hanya sekadar perayaan budaya, melainkan bagian dari identitas bangsa. Adapun tahun ini, umat Khonghucu memasuki tahun 2577 Kongzili, yang menjadi salah satu dari lima sistem penanggalan yang hidup di Indonesia, berdampingan dengan Masehi, Hijriah, Saka, dan Jawa.
“Momentum ini menjadi ajakan untuk meninggalkan hal-hal buruk dan memulai lembaran baru dengan pikiran jernih,” ujar Budi, dikutip dari Beritajakarta.
Dalam kesempatan itu, Budi menekankan, keadilan adalah fondasi utama dalam kehidupan berbangsa. Ia menyinggung bahwa kata adil termaktub dua kali dalam Pancasila, yakni pada sila kedua dan kelima. Ia meyakini, apabila keadilan ditegakkan, maka persoalan kemiskinan, perpecahan, hingga ketimpangan sosial dapat diminimalisasi.
“Mustahil keadilan hanya dibebankan kepada pemerintah tanpa partisipasi aktif masyarakat,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Imlek juga bermakna penguatan bakti kepada Tuhan dan orang tua, serta kepedulian sosial. Dalam rangkaian perayaan Imlek tahun ini, Matakin telah menggelar bakti sosial dan mengajak para undangan untuk berkontribusi membantu korban bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Saya berharap nilai-nilai keadilan, bakti, dan kepedulian yang terkandung dalam Imlek dapat terus menjadi energi moral bagi bangsa menuju masa depan yang lebih harmonis dan sejahtera,” ucap Budi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....