PLN EPI Mulai Bangun Pipa Gas Ruas Natuna-Pemping

  • 11 Feb 2026 17:50 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dengan dukungan Pemerintah resmi memulai pembangunan Pipa Gas Bumi Ruas West Natuna Transportation System (WNTS)–Pulau Pemping, Kepulauan Riau, Selasa, 10 Februari 2026. Proyek strategis tersebut bertujuan memperkuat keandalan pasokan gas bumi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit listrik di wilayah Batam dan sekitarnya.

Pembangunan pipa gas WNTS–Pemping menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi terutama sektor kelistrikan, sekaligus mendukung Batam sebagai kawasan industri dan ekonomi strategis nasional yang membutuhkan suplai energi andal, efisien, dan berkelanjutan.

Proyek tersebut meliputi pembangunan pipa gas offshore sepanjang 3.2 km dan onshore sepanjang 1.3 km, serta pembangunan fasilitas penerima dan pengukuran gas (Onshore Receiving Facility/ORF) di Pulau Pemping. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memastikan penyaluran gas bumi berjalan aman, stabil, dan berkesinambungan.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut nyata dari telah tercapainya Tie in Agreement (TIA) antara PT PLN Energi Primer Indonesia dengan operator West Natuna Group. Project tersebut memiliki arti strategis dalam memperkuat pemanfaatan gas bumi domestik, khususnya penyaluran gas dari Natuna ke wilayah Batam.

“Dengan dibangunnya pipa gas ini, pemanfaatan gas Natuna untuk kebutuhan dalam negeri dapat semakin optimal, terutama untuk mendukung penyediaan energi dan kelistrikan di Kepulauan Riau. Alhamdulillah, kita berhasil mengatasi salah satu isu utama terkait unlimited liabilities yang dirubah menjadi limited liabilities. Kami juga mendorong KKKS di wilayah Natuna untuk bersama-sama menanggung premi asuransi bersama PLN EPI sehingga pembangunan pipa dapat terwujud segera,” kata Djoko melalui keterangan tertulis, Rabu, 11 Februari 2026.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menilai kehadiran pipa gas WNTS–Pemping akan menjadi motor penggerak pertumbuhan kelistrikan dengan tumbuhnya data center, industri dan investasi di Batam dan sekitarnya, sekaligus mempertegas sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Proyek pipa gas WNTS ke Pulau Pemping ini bukan hanya soal infrastruktur bawah laut, tetapi urat nadi ketahanan energi wilayah. Kehadiran pipa WNTS Pemping ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk mewujudkan ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi di Batam sebesar 9.5-10%,” ujar Amsakar.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo menekankan proyek tersebut merupakan wujud nyata keseriusan PLN dalam menjaga keandalan pasokan gas bumi bagi sektor ketenagalistrikan.

“Keberadaan ORF di Pulau Pemping akan menjadi titik krusial dalam rantai pasok gas bumi. Proyek ini memastikan suplai gas yang andal bagi pembangkit, sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung transisi energi nasional,” kata Rizal.

Sementara itu, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menyampaikan bahwa pembangunan Pipa Gas WNTS–Pemping sejalan dengan Asta Cita yang dicanangkan Presiden dan merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kepada PLN EPI pada 31 Januari 2025 dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pemerintah melalui Menteri ESDM menugaskan PLN dan dilaksanakan oleh PLN EPI untuk menyelesaikan proyek Pipa Gas WNTS–Pemping sebagai bagian dari upaya memastikan pasokan energi primer bagi kelistrikan nasional. Penugasan tersebut diperkuat dengan penetapan alokasi gas dari Wilayah Kerja Duyung untuk kebutuhan listrik, yang ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PLN EPI dan WNEL pada tanggal 11 Juli 2025 sebesar 111 BBTUD untuk periode 2027–2037,” ujarnya.

Menurutnya, kepastian pasokan tersebut menjadi fondasi penting bagi keandalan listrik terutama di Batam dan Kepulauan Riau serta penguatan ketahanan energi nasional. “Proyek ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dan PLN Group untuk mengembalikan gas bumi nasional agar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk mendukung kelistrikan dan industri nasional,” ujar Rakhmad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....