Pemanfaatan Drone Dorong Transformasi Pertanian Lebih Modern
- 22 Sep 2025 14:14 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Pemanfaatan drone mulai mendorong transformasi sektor pertanian menuju pola yang lebih modern dan berkelanjutan. Kehadiran teknologi tersebut tak hanya mempercepat pemupukan dan penyemprotan, tetapi juga mengubah cara kerja petani agar lebih efisien serta ramah lingkungan.
Penerapan terbaru terlihat di Desa Wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO. Berkat dukungan fasilitas Bank Indonesia, kawasan persawahan terasering tersebut kini menggunakan drone Da Jiang Innovations (DJI) Agras T40 buatan Tiongkok untuk mendistribusikan pupuk organik cair.
Dengan kapasitas canggihnya, drone tersebut mampu menyemprot pupuk di lahan seluas 2 hektare hanya dalam tujuh menit. Efisiensi yang dihasilkan mencapai 95 persen lebih baik dibandingkan pemupukan konvensional. Perangkat tersebut juga dilengkapi sistem pemetaan lahan, sensor penghindar rintangan, serta fitur otomatis kembali ke titik awal, yang sangat membantu di area bertingkat seperti Jatiluwih.
“Penggunaan drone menjadi langkah maju dalam menjaga keberlanjutan pertanian kami. Teknologi ini membuat petani lebih hemat sumber daya, menekan pemborosan, dan tetap selaras dengan kelestarian lingkungan,” kata Kepala Pengelola Desa Jatiluwih, John Ketut Purna, di Bali, dikutip dari laman bisnis.com, Jumat (19/9/2025).
Ia menambahkan, meskipun masih ada tantangan seperti biaya pengadaan yang cukup tinggi dan kebutuhan pelatihan bagi operator, manfaat yang ditawarkan jauh lebih besar. Inovasi ini diyakini dapat mendukung pertanian organik ramah lingkungan sekaligus membantu mengelola lahan yang sulit dijangkau.
Selain meningkatkan efisiensi, pemanfaatan drone juga menambah daya tarik pariwisata berbasis ekologi. Jatiluwih pun berpotensi menjadi rujukan penerapan pertanian modern berkelanjutan bagi daerah lain di Indonesia. Langkah tersebut selaras dengan program pemerintah dalam mengembangkan konsep smart farming di berbagai wilayah.
Kolaborasi lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan kelompok tani dinilai krusial agar petani lebih cepat beradaptasi dengan teknologi digital. Penggunaan drone pertanian juga ditargetkan meluas ke berbagai daerah. Implementasi skala nasional diproyeksikan mampu mendorong produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.
(Annisa Sekar Ningrum - Universitas Negeri Jakarta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....