Salad Indonesia Kaya Rasa, Sehat, dan Bikin Nagih

  • 29 Okt 2025 10:40 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Salad bukan hanya identik dengan hidangan Barat. Indonesia memiliki beragam jenis salad tradisional yang kaya rasa, bahan lokal, dan sejarah panjang. Dari gado-gado hingga urap, setiap daerah menawarkan keunikan tersendiri dalam olahan sayur dan bumbu. Cita rasa khas Nusantara ini bahkan menjadi cermin keberagaman budaya dan kearifan lokal dalam pengolahan makanan.

Lantas apa saja ragam salad Indonesia yang menghadirkan cita rasa nusantara uni? Berikut ulasannya:

Gado-Gado. (Foto: Ilustrasi/tasteatlas.com)

Gado-gado hingga Karedok Tampilkan Cita Rasa Khas Nusantara

Menurut laman TasteAtlas yang kami akses pada Kamis, 30 Oktober 2025, gado-gado disebut sebagai “versi salad campuran khas Indonesia” yang berisi berbagai sayuran rebus, tahu, tempe, dan telur, disiram dengan saus kacang gurih manis. “Gado-gado adalah representasi sejati makanan jalanan Indonesia dan telah hadir dalam budaya sejak abad ke-16,” tulis TasteAtlas.

Tak hanya gado-gado, karedok dari Jawa Barat juga menjadi ikon salad Indonesia. Berbeda dari gado-gado, karedok menggunakan sayuran mentah seperti ketimun, kol, dan kemangi. Sausnya pun lebih segar, dibuat dari kacang tanah goreng yang dihaluskan dengan gula aren, cabai, dan sedikit terasi.

Ketoprak dari Jakarta menawarkan komposisi berbeda: tahu goreng, lontong, bihun, dan kecambah, yang disiram saus kacang dan kecap manis. “Ketoprak sering dijuluki sebagai tofu salad khas Indonesia,” tulis TasteAtlas.

Asinan. (Foto: Ilustrasi/pinterest)

Urap dan Asinan Jadi Pembelajaran Kuliner di Sekolah Kejuruan

Penelitian yang dilakukan oleh Dara Mulya Septiani dkk. dari Universitas Pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa siswa SMK Negeri 9 Bandung mempraktikkan pembuatan salad Indonesia seperti Urap Jawa Timur dan Asinan Betawi untuk memahami teori dan praktik kuliner Nusantara.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan penerapan pengetahuan tentang salad Indonesia berada pada kategori “sangat diterapkan” dalam tiga aspek, yaitu persiapan bahan, pengolahan, dan penyajian. “Siswa mampu menyiapkan dan memilih bahan sesuai teori yang sudah diberikan di kelas,” tulis laporan riset tersebut.

Dalam praktiknya, Urap Jawa Timur dikenal dengan bumbu kelapa parut yang diberi rempah seperti kencur dan daun jeruk. Sedangkan Asinan Betawi menonjolkan rasa segar dari sayur dan buah yang direndam air cuka manis. Kedua hidangan ini diajarkan bukan hanya sebagai resep, tapi juga untuk menanamkan nilai estetika penyajian dan kebersihan makanan.

Ilustrasi rujak buah saat masih berada dalam cobek. Makanan yang ada sejak jaman Jawa Kuno ini dikenal masyarakat luas sebagai kudapan yang sehat. (Foto: /rri yogyakarta/Pixabay)

Salad Tradisional sebagai Cermin Identitas Kuliner Indonesia

Dari rujak cingur hingga lalap Sunda, salad tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan bahan dan kearifan lokal. TasteAtlas mencatat bahwa rujak cingur, salad khas Jawa Timur, “menyatukan buah tropis, sayuran, dan cingur (hidung sapi) dalam saus kacang petis yang pedas manis,” menjadikannya unik di antara salad dunia.

Peneliti kuliner juga menilai bahwa keberagaman salad Indonesia menjadi bukti kuat kemampuan masyarakat dalam mengadaptasi bahan lokal menjadi hidangan bernilai gizi dan seni. “Faktor keindahan dan keserasian juga memegang peranan penting,” tulis penelitian yang dipublikasi jurnal Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner, menegaskan pentingnya estetika dalam penyajian salad.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....