Sayur Asem dan Pepes Tahu, Menu Sederhana yang Bikin Nagih

  • 16 Apr 2025 13:00 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Menu tradisional Indonesia masih menjadi pilihan utama banyak orang dalam menikmati santapan siang. Dua di antaranya adalah sayur asem dan pepes tahu, yang terkenal dengan cita rasa sederhana namun menggugah selera. Kapan dan bagaimana makanan ini populer? Apa rahasia kelezatannya dan bagaimana masyarakat menjaga kelestariannya?

Penulis dan pencinta kuliner, Denia Erna Riswanti, mengungkapkan bahwa kedua menu ini adalah favoritnya. "Menu makan siang saya hari ini sayur asem, balado teri kacang, dan pepes tahu putih,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta, Rabu 16 April 2025). Semua masakan tersebut dibuat sendiri di dapur rumahnya sejak pagi.

Penulis Denia Erna Riswanti menyebut sayur asem dan pepes tahu sebagai menu makan siang favoritnya. (Foto: Dok. Pribadi)

Sayur asem sudah dikenal sejak zaman Hindia Belanda

Sayur asem merupakan masakan rumahan khas Indonesia yang kaya akan bahan lokal. Dilansir dari RRI, isi sayur asem biasanya terdiri dari labu siam, kacang panjang, jagung manis, daun melinjo, buah melinjo, hingga kacang tanah. Rasa asamnya berasal dari asam jawa yang memberikan kesegaran tersendiri.

Kuliner ini diketahui sudah dikenal sejak masa penjajahan Belanda, sekitar pertengahan abad ke-20. Sayur asem menjadi makanan rakyat karena bahan-bahannya mudah ditemukan dan murah. Resepnya bahkan diajarkan dalam buku masak lama yang ditujukan untuk ibu rumah tangga di dapur.

Dalam kesehariannya, sayur asem biasa disantap bersama nasi, tempe goreng, ikan asin, dan sambal. Kombinasi ini tak hanya mengenyangkan, tapi juga menampilkan keberagaman cita rasa khas Nusantara.

Foto: Ilustrasi/ita-lets-cooking.blogspot.com


Pepes tahu berasal dari tanah Sunda yang kaya rempah

Berbeda dari sayur asem yang berkuah, pepes tahu adalah makanan yang dimasak dengan cara dikukus dalam balutan daun pisang. Menurut laman pergikuliner.com, Pepes berasal dari istilah "pais" dalam bahasa Sunda, yang berarti makanan yang dibungkus daun pisang dan dimatangkan dengan bara api atau dikukus.

Bahan utama pepes tahu sangat sederhana, yaitu tahu yang dihaluskan, dicampur dengan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, daun bawang, serta daun kemangi. Setelah itu, adonan dibungkus daun pisang dan dikukus selama sekitar 30 menit.

Meski kini proses memasaknya banyak beralih ke teknik kukus, pepes yang dimatangkan di atas bara api kayu masih menjadi favorit karena menghasilkan aroma khas yang menggoda. Pepes juga dikenal sebagai simbol pemanfaatan bahan lokal oleh masyarakat Sunda yang sangat dekat dengan alam.

Foto: Ilustrasi/Pinterest.com

Kombinasi sayur asem dan pepes tahu bangkitkan selera makan siang

Perpaduan rasa asam segar dari sayur asem dengan gurih lembutnya pepes tahu menciptakan harmoni sempurna di waktu makan siang. Menurut Denia Erna Riswanti, memasak masakan rumahan memberikan kepuasan tersendiri karena dapat disesuaikan dengan selera seluruh anggota keluarga. Apalagi, jumlah penghuni rumah yang cukup banyak membuatnya harus memasak dalam porsi besar.

"Sayur asemku pakai pepaya muda supaya cepat empuk dan bisa dihangatkan sampai malam," ujar Denia. Ia juga menyebutkan sayur asemnya ditambahkan belimbing wuluh dari halaman rumah sebagai pemberi rasa asam yang segar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....