Mengenal Influenza A, Gejala Penularan dan Langkah Penanggulangannya
- 06 Okt 2026 15:23 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Ahli Biostatistika Epidemiologik dari Universitas Airlangga atau Unair Surabaya, Windhu Purnomo, mengatakan keluhan batuk dan pilek kerap meningkat di pertengahan hingga akhir tahun. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan akan tetapi harus tetap waspada terhadap penularan virus Influenza A, kata Windhu.
Menurut Windhu, masyarakat perlu menyikapi fenomena ini secara terukur tanpa perlu panik berlebihan. "Khawatir sih enggak boleh terlalu khawatir, ya. Tapi harus waspada," ujar Windhu dalam wawancara daring dari Jakarta pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Untuk memahami secara menyeluruh mengenai fenomena kasus ini, berikut uraian lengkap mulai dari pengertian virus, klarifikasi isu, hingga langkah penanganan mandiri di rumah:
1. Mengenal Virus Influenza A
Windhu menjelaskan bahwa lebih dari 95% kasus flu di Indonesia maupun dunia disebabkan oleh Influenza A subtipe H1N1. Tren peningkatan kasus ini selalu mengikuti siklus tahunan yang dimulai pada bulan Agustus dan mencapai puncaknya di bulan Oktober.
Dilansir dari kemkes.go.id, influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut akibat virus influenza (umumnya tipe A dan B di Indonesia. Virus menyebar melalui droplet atau percikan pernapasan saat batuk, bersin, berbicara. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja terutama anak-anak dengan tingkat keparahan dari ringan hingga berat.
2. Meluruskan Isu Superflu di Media Sosial
Mengenai maraknya isu superflu di media sosial, Windhu meluruskan bahwa istilah tersebut merujuk pada subtipe H3N2 clade K yang porsinya di Indonesia sangat kecil. "Jadi tidak ada itu istilah superflu yang bikin heboh di medsos. Yang dominan sekarang ini tetap Influenza A H1N1 biasa yang memang tiap tahun ada siklus peningkatannya," kata Windhu.
Fenomena ini murni merupakan siklus kenaikan kasus musiman tahunan yang tidak perlu dibesar-besarkan. “ Pihak surveilans terus memantau pergerakan virus di lokasi sentinel sehingga kondisi di lapangan dipastikan tetap terkendali,”ujar Windhu.

3. Gejala Utama dan Risiko pada Kelompok Anak
Menurut Windhu, Influenza A tergolong dalam Influenza-Like Illness (ILI) yang ditandai dengan munculnya demam tinggi mendadak, nyeri kepala, linu badan, serta batuk dan pilek. Anak-anak menjadi kelompok yang paling mendominasi penderita penyakit ini, yakni mencapai 35% hingga 40% dari total kasus.
Lebih lanjut, Windhu menyebutkan bahwa dominasi kasus pada anak terjadi karena interaksi fisik yang intensif di lingkungan sekolah maupun tempat bermain. Meskipun demikian, sebagian besar kasus pada anak tergolong ringan dan dapat membaik dengan perawatan yang tepat.
4. Panduan Penanganan Mandiri di Rumah
Influenza A merupakan self-limited disease yang dapat sembuh sendiri seiring menguatnya imunitas tubuh penderita. Windhu menambahkan bahwa penggunaan obat antivirus tidak tergolong wajib untuk kasus flu biasa dan penderita cukup memperbanyak istirahat serta menjaga nutrisi harian.
Menurut kemkes.go.id, untuk kasus ringan, lakukan perawatan di rumah dengan prinsip istirahat yang cukup, banyak minum air putih, konsumsi makanan bergizi seimbang (perbanyak sayur dan buah), serta pantau kondisi tubuh secara berkala.

5. Langkah Pencegahan dan Etika Kesehatan
Langkah utama untuk memutus rantai penularan di tingkat rumah tangga adalah dengan konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Windhu mengimbau agar siapa pun yang sedang bergejala batuk atau flu disiplin memakai masker dan menjaga jarak guna melindungi anggota keluarga lainnya.
Penting juga bagi warga yang merasa kurang sehat untuk sementara waktu beristirahat di rumah dan membatasi mobilitas. Langkah isolasi mandiri secara bijak ini menjadi kunci utama agar virus tidak menyebar lebih luas di lingkungan kerja maupun sekolah, ujar Windhu.
(Cecep Ilham, peserta magang RRI Jakarta berkontribusi menyusun berita ini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....