Kenali Penyebab Anak Mengalami Keterlambatan Bicara

  • 16 Sep 2026 15:35 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Orang tua perlu mengenali berbagai faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami keterlambatan bicara. Hal ini penting agar stimulasi dan penanganan dapat diberikan sejak dini sesuai dengan kondisi anak.

Penulis, dosen, sekaligus pelatih literasi guru dan coach talenta Komunitas Rumah Bening, Dr. Sumarti, M.Pd., mengatakan keterlambatan bicara pada anak usia dini dapat dipengaruhi faktor internal maupun eksternal. Faktor internal antara lain pola makan, pola komunikasi, dan pola gerak anak.

Menurutnya, pemberian makanan padat juga menjadi bagian dari stimulasi perkembangan organ bicara. Ketika gigi anak mulai tumbuh, orang tua dapat mulai memberikan makanan yang dipotong kecil-kecil, sehingga anak memiliki kesempatan untuk mengunyah. Proses mengunyah dinilai membantu melatih organ artikulasi seperti lidah, bibir, dan pipi.

“Kadang-kadang anak-anak ini agar lebih cepat disuapin saja. Sehingga anak juga tidak diberikan kesempatan untuk mengunyah. Padahal mengunyah itu punya cara untuk melenturkan organ artikulasi, dalam hal ini lidah, area sekitar bibir dan juga pipi,” ujar Sumarti saat dialog bersama RRI, Senin, 14 September 2026.

Selain pola makan, Sumarti menyoroti pentingnya komunikasi dua arah antara orang tua dan anak. Ia menyebut masih banyak anak sejak usia dini lebih sering mendapatkan komunikasi satu arah, termasuk ketika menggunakan gawai, sehingga anak tidak memperoleh cukup kesempatan untuk berbicara dan memodelkan bahasa.

Sumarti juga meminta orang tua memperhatikan tanda-tanda perkembangan anak sejak bayi. Salah satunya adalah kemampuan merespons suara. Menurutnya, pendengaran anak perlu diperhatikan sejak usia dua pekan. Jika bayi belum menunjukkan respons terhadap suara dari sisi kanan maupun kiri, orang tua perlu segera melakukan pemeriksaan.

Ia menjelaskan, keterlambatan bahasa dan keterlambatan bicara juga perlu dibedakan. Speech delay berkaitan dengan kemampuan memproduksi bunyi, sedangkan language delay berkaitan dengan kemampuan menyimak, memahami, dan memiliki kosakata. Karena itu, orang tua perlu melihat perkembangan anak secara menyeluruh, termasuk kesempatan yang diberikan untuk berkomunikasi dan mendapatkan stimulasi.

Sumarti menambahkan, keterlambatan bahasa yang tidak disadari dan tidak segera mendapatkan stimulasi dapat berdampak pada kemampuan anak memahami bacaan ketika memasuki usia sekolah. Karena itu, ia mengingatkan orang tua agar tidak panik, tetapi tetap aktif mengamati tahapan perkembangan anak dan memberikan stimulasi yang sesuai.

“Jangan panik dulu. Anak-anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, tetapi ketika ada perkembangan yang perlu diperhatikan, orang tua harus punya awareness,” kata Sumarti. Ia juga mengajak orang tua menyediakan waktu untuk meninggalkan gawai dan lebih banyak berbicara bersama anak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....