Kenali Faktor Risiko MSDs dan Cara Mencegahnya
- 10 Sep 2026 15:09 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta — Musculoskeletal Disorders (MSDs) atau gangguan muskuloskeletal menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami oleh pekerja. Data European Working Conditions Survey menunjukkan sekitar 25 persen pekerja di Eropa mengalami nyeri punggung dan 23 persen lainnya mengalami nyeri otot akibat aktivitas kerja. Sementara itu, International Labour Organization (ILO) menyebut gangguan muskuloskeletal sebagai salah satu masalah kesehatan kerja yang paling umum di negara-negara maju.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Selasa 8 September 2026, MSDs tidak muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat berkembang secara bertahap akibat keluhan pada otot, tulang, sendi, saraf, dan jaringan pendukung tubuh yang terjadi berulang dan tidak ditangani pada sistem muskuloskeletal.
Awal keluhan dapat berupa pegal atau rasa kaku. Namun, jika terus terpapar faktor risiko, keluhan tersebut dapat berkembang menjadi nyeri yang menetap, keterbatasan gerak, hingga penurunan fungsi tubuh.
Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko MSDs adalah aktivitas pekerjaan. Beban kerja yang berat, pekerjaan yang dilakukan berulang, serta durasi kerja yang panjang tanpa waktu istirahat yang cukup dapat membuat otot dan sendi terus menerima tekanan.
Selain itu, postur kerja yang tidak ergonomis, seperti terlalu sering membungkuk, menunduk dalam waktu lama, atau duduk tanpa penyangga yang baik, juga dapat meningkatkan tekanan pada bagian tubuh tertentu, terutama leher, bahu, dan punggung bagian bawah.
Risiko MSDs juga dapat dipengaruhi oleh usia. Seiring bertambahnya usia, elastisitas jaringan dan kekuatan otot dapat menurun. Proses degeneratif pada tubuh mulai terlihat sejak usia 30–40 tahun, meski perkembangannya berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi oleh aktivitas fisik, nutrisi, serta faktor genetik
| Baca juga: Lima Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Mata |
Sebagai upaya mencegah risiko MSDs, pekerja dapat mulai melakukan beberapa langkah sederhana. Di antaranya menyesuaikan posisi kerja agar lebih ergonomis, menghindari posisi tubuh yang sama dalam waktu terlalu lama, serta melakukan peregangan di sela-sela pekerjaan. Peningkatan kebugaran fisik juga dapat dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan jenis aktivitas dengan kondisi tubuh.
MSDs tidak dapat dianggap sekadar pegal biasa. Jika faktor risikonya terus dibiarkan, keluhan dapat berkembang dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini agar dapat segera ditangani.
(Syahrani Alyssia Tunggadewi - Universitas Negeri Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....