Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Berat Badan Naik, Ini Penjelasan Studi
- 27 Jul 2026 21:01 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kurang tidur menyebabkan peningkatan produksi hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan.
- Durasi tidur yang tidak mencukupi berpengaruh langsung pada penurunan kadar hormon leptin, yang berfungsi memberikan sinyal kenyang kepada tubuh.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh terasa lelah, dan sulit berkonsentrasi, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Temuan itu diungkap dalam sebuah studi, yang menunjukkan durasi tidur yang tidak mencukupi, berpengaruh terhadap nafsu makan, metabolisme, hingga pola konsumsi makanan sehari-hari.
Dilansir dari antaranews.com, penelitian menjelaskan ketika seseorang mengalami kurang tidur, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon ghrelin, yang berfungsi meningkatkan rasa lapar. Di sisi lain, kadar hormon leptin yang memberikan sinyal kenyang justru menurun.
Kondisi itu membuat seseorang lebih mudah merasa lapar, dan terdorong mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak. Terutama makanan tinggi kalori dan gula.
Selain memengaruhi hormon, kurang tidur juga berdampak pada tingkat energi. Rasa lelah akibat waktu istirahat yang tidak cukup, membuat seseorang cenderung mengurangi aktivitas fisik, sehingga jumlah kalori yang dibakar tubuh menjadi lebih sedikit. Akibatnya, keseimbangan energi terganggu, dan risiko penambahan berat badan semakin meningkat.
Para ahli juga menyoroti stres yang kerap menyertai gangguan tidur, dapat memperburuk kondisi itu. Stres kronis diketahui memengaruhi hormon yang berkaitan dengan nafsu makan, sekaligus menurunkan motivasi untuk berolahraga. Kombinasi faktor-faktor itu, berpotensi meningkatkan risiko obesitas, serta berbagai penyakit metabolik.
Untuk menjaga berat badan tetap ideal, para pakar menyarankan agar masyarakat, menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh. Langkah yang dianjurkan meliputi mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan cairan harian, rutin berolahraga sedikitnya 150 menit setiap pekan, serta menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap malam.
Studi itu menegaskan, kualitas tidur merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, keseimbangan hormon, metabolisme, serta pengendalian berat badan dapat terjaga lebih baik, sehingga risiko berbagai penyakit kronis pun dapat ditekan. (Kristison Effendi - mahasiswa magang Universitas Bunda Mulia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....