Konsumsi Alpukat Rutin Berpotensi Kendalikan Gula Darah Harian

  • 02 Jul 2026 17:15 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebiasaan mengonsumsi alpukat setiap hari, dikaitkan dengan perbaikan dalam pengelolaan kadar gula darah. Hal itu berdasarkan hasil studi terbaru, yang dipublikasikan dalam jurnal Current Developments in Nutrition.

Temuan itu menunjukkan, alpukat dapat menjadi salah satu pilihan makanan sehat, untuk mendukung pola makan yang lebih seimbang. Terutama bagi orang yang ingin menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Dilansir dari antaranews.com, penelitian itu merupakan analisis lanjutan, dari Habitual Diet and Avocado Trial, yang melibatkan 1.008 orang dewasa, dengan lingkar pinggang lebih besar. Selama enam bulan, peserta diminta mengonsumsi satu alpukat besar, atau sekitar 168 gram setiap hari, tanpa mengubah pola makan maupun tingkat aktivitas fisik mereka.

Hasilnya menunjukkan adanya penurunan beban glikemik diet, rata-rata sebesar 13,7 poin. Hal itu dibandingkan kelompok yang tidak rutin mengonsumsi alpukat.

Beban glikemik merupakan ukuran yang menggambarkan, seberapa besar suatu makanan dapat meningkatkan kadar gula darah. Dengan mempertimbangkan kualitas dan jumlah karbohidrat yang dikandungnya.

Pola makan dengan beban glikemik rendah, selama ini diketahui berkaitan dengan pengelolaan gula darah yang lebih baik. Serta berpotensi menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.

Selain itu, para peneliti menemukan, peserta yang mengonsumsi alpukat setiap hari, cenderung memiliki pola makan yang lebih sehat. Mereka mengonsumsi lebih banyak serat dan lemak tak jenuh, serta lebih sedikit protein hewani dan karbohidrat.

Kandungan serat dalam alpukat, juga membantu memperlambat proses pencernaan, dan penyerapan karbohidrat. Sehingga respons kenaikan gula darah setelah makan, menjadi lebih terkendali.

Meski hasil penelitian itu menjanjikan, para peneliti mengingatkan, temuan itu masih memiliki sejumlah keterbatasan. Studi itu merupakan analisis sekunder, dari penelitian yang lebih besar, sehingga hasilnya masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian lanjutan.

Selain itu, seluruh peserta penelitian memiliki obesitas sentral. Sehingga hasilnya belum tentu berlaku, untuk kelompok dengan kondisi tubuh, atau metabolisme yang berbeda.

Peneliti juga mencatat, penelitian didanai oleh Avocado Nutrition Center, sehingga potensi bias tetap perlu dipertimbangkan, dalam menafsirkan hasilnya. Meski demikian, alpukat tetap dinilai sebagai tambahan yang baik dalam pola makan seimbang, karena kaya akan serat, lemak sehat, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif, yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Alpukat sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat. Dan bukan sebagai pengganti pengobatan bagi penderita diabetes. (Kristison Effendi - mahasiswa magang Universitas Bunda Mulia)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....