Dokter Spesialis Bedah Saraf Ungkap Tak Semua Tumor Otak Harus Dioperasi

  • 19 Jun 2026 14:19 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Premier Bintaro dr. Moch. Evodia Slamet R mengungkapkan bahwa tidak semua kasus tumor otak harus ditangani melalui operasi. Pemilihan terapi sangat bergantung pada jenis, lokasi, dan karakteristik tumor yang dialami pasien.

Menurut dr. Evodia, tumor dapat menimbulkan efek massa yang menyebabkan peningkatan tekanan di dalam kepala. Kondisi tersebut bisa menjadi lebih berat apabila disertai perdarahan, sehingga memerlukan penanganan yang tepat untuk mengurangi tekanan pada otak sekaligus mengatasi sumber penyakitnya.

“Setiap tumor memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga penanganannya juga tidak bisa disamaratakan,” ujarnya, di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan, selain operasi, penanganan tumor otak dapat dilakukan melalui pemberian obat untuk mengurangi pembengkakan otak, terapi hormonal pada jenis tumor tertentu, hingga radioterapi dan kemoterapi. Bahkan, sebagian tumor dapat dikendalikan dengan pengobatan tertentu tanpa harus melalui tindakan pembedahan.

Namun, pada kasus tertentu, operasi tetap menjadi pilihan utama untuk mengurangi tekanan pada otak akibat pertumbuhan tumor. Sebelum tindakan dilakukan, dokter terlebih dahulu memetakan lokasi tumor melalui pemeriksaan pencitraan guna menentukan jaringan yang dapat diangkat dengan aman.

“Jaringan tumor yang diambil saat operasi selanjutnya diperiksa melalui patologi anatomi untuk mengetahui jenis sel tumor dan menentukan terapi lanjutan yang paling sesuai,” ujarnya.

Dr. Evodia juga menjelaskan bahwa kemajuan teknologi memungkinkan sebagian operasi tumor otak dilakukan dengan teknik minimal invasif. Pada beberapa tumor yang berada di dasar tengkorak atau dekat kelenjar hipofisis, tindakan dapat dilakukan melalui rongga hidung dengan bantuan endoskopi tanpa harus membuka tempurung kepala.

“Operasi dilakukan melalui hidung dengan bantuan endoskopi, sehingga tidak perlu membuka tempurung kepala,” katanya.

Ia menambahkan, perkembangan metode penanganan tersebut memungkinkan terapi yang lebih tepat sasaran dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, sehingga peluang keberhasilan pengobatan dapat semakin meningkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....