Orang Tua Diminta Seimbangkan Prestasi Akademik dan Kesejahteraan Psikologis

  • 07 Jun 2026 09:49 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, jakarta - Orang tua diimbau untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik anak, tetapi juga memberikan perhatian yang sama terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mereka. Keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional dinilai menjadi kunci dalam membentuk anak yang tangguh menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dosen sekaligus Konselor Komunitas Lentera Jiwa RKI Makassar, Kodariyah Nurhayat, S.Psi., M.Si., saat dialog bersama RRI jakarta, Kamis, 4 Juni 2026. Mengatakan harapan orang tua agar anak meraih prestasi merupakan hal yang wajar. Namun, dorongan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan anak dalam mengelola emosi dan menerima kenyataan ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan.

"Orang tua boleh mendorong anak untuk berprestasi, tetapi yang perlu ditambahkan adalah keseimbangan antara pengembangan intelektual dengan kecerdasan emosi. Anak perlu belajar meregulasi emosinya dan menerima bahwa tidak semua ekspektasi dapat terwujud," ujar Kodariyah

Menurutnya, tekanan untuk selalu mencapai target akademik tertentu dapat memengaruhi kondisi psikologis anak apabila tidak dibarengi dengan kemampuan beradaptasi terhadap kegagalan maupun perubahan rencana. Anak yang sehat secara mental adalah mereka yang mampu bersikap luwes ketika menghadapi kenyataan yang berbeda dari ekspektasi.

Ia mencontohkan, ketika seorang anak bercita-cita masuk perguruan tinggi tertentu namun gagal mencapainya, anak perlu dibimbing untuk mencari alternatif lain tanpa merasa dirinya gagal sepenuhnya. Sikap fleksibel terhadap tujuan hidup menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental.

Qodaria menambahkan bahwa penderitaan psikologis sering kali muncul akibat ketidakmampuan seseorang menerima perbedaan antara harapan dan realitas. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam mengajarkan anak untuk menghargai proses, bukan semata-mata hasil akhir.

Selain itu, keluarga juga perlu menciptakan lingkungan yang mendukung komunikasi terbuka sehingga anak merasa aman untuk menyampaikan tekanan maupun kesulitan yang dihadapinya. Dukungan emosional dari orang tua dinilai mampu membantu anak mengembangkan rasa percaya diri dan ketahanan mental.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan anak menjaga keseimbangan emosional, membangun relasi sosial yang sehat, serta menghadapi berbagai tantangan hidup dengan sikap positif.

"Kecerdasan intelektual penting untuk dikembangkan, tetapi kesejahteraan psikologis anak juga harus menjadi perhatian utama agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, bahagia, dan siap menghadapi masa depan," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....