Merokok setelah Bangun Tidur Tingkatkan Risiko Asma, Benarkah?
- 26 Mei 2026 11:29 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Rokok dalam lima menit pasca bangun tidur meningkatkan risiko asma seumur hidup hingga 50 persen dibanding perokok biasa.
- Studi pada 4.081 perokok dewasa menunjukkan semakin cepat merokok setelah bangun, semakin tinggi ketergantungan nikotin.
- Pagi hari adalah masa kritis di mana paru-paru membutuhkan udara segar, bukan paparan asap yang memicu peradangan saluran napas.
RRI.CO.ID, Jakarta - Bagi sebagian perokok, menyalakan rokok sesaat setelah bangun tidur mungkin sudah menjadi rutinitas harian. Bahkan, ada yang baru lima menit membuka mata langsung mencari rokok dan kopi sebagai “teman pagi”. Namun ternyata, kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas biasa. Ada ancaman kesehatan serius yang mengintai.
Profesor Erlina Burhan, ahli paru yang juga aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial, mengungkap bahwa merokok dalam lima menit setelah bangun tidur berkaitan dengan peningkatan risiko asma seumur hidup.
Informasi itu dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, @erlinaburhan. Dalam unggahan tersebut, Prof. Erlina menjelaskan bahwa kebiasaan merokok segera setelah bangun tidur merupakan indikator tingginya ketergantungan terhadap nikotin.
“Baru 5 menit bangun tidur langsung sebat. Ada yang memiliki kebiasaan seperti ini? Jika iya, hentikan karena bisa meningkatkan risiko asma seumur hidup,” kata Erlina Burhan menulis unggahannya.
Ia juga mengutip sebuah studi yang meneliti 4.081 perokok dewasa aktif. Penelitian tersebut melihat hubungan antara kebiasaan merokok dalam lima menit setelah bangun tidur dengan risiko gangguan pernapasan jangka panjang.
Hasilnya cukup mengejutkan. Perokok yang langsung merokok setelah bangun tidur disebut memiliki peningkatan risiko sekitar 50 persen mengalami asma seumur hidup dibanding mereka yang tidak melakukannya.
Menurut Prof. Erlina, kebiasaan ini menunjukkan tubuh sudah sangat bergantung pada nikotin. Semakin cepat seseorang membutuhkan rokok setelah bangun tidur, semakin tinggi tingkat kecanduannya.
Tak hanya itu, pagi hari sebenarnya menjadi waktu penting bagi tubuh untuk memulai aktivitas sehat. Setelah berjam-jam beristirahat saat tidur, paru-paru membutuhkan udara segar, bukan paparan asap rokok yang justru dapat memicu peradangan saluran napas.
Prof. Erlina pun mengingatkan agar masyarakat mulai mengubah kebiasaan pagi menjadi lebih sehat. Aktivitas sederhana seperti berjemur di bawah sinar matahari pagi, berjalan santai, atau olahraga ringan dinilai jauh lebih baik untuk kesehatan paru-paru dan tubuh secara keseluruhan.
“Sebainya bangun pagi diawali dengan aktivitas yang sehat. Misalnya berjemur di bawah matahari atau berolahraga. Bukan malah merokok,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....