ASI Eksklusif 6 Bulan Kunci Cegah Stunting Sejak Dini
- 22 Mei 2026 12:32 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah stunting sejak dini. Selain memenuhi kebutuhan gizi bayi secara optimal, ASI juga berperan dalam membangun daya tahan tubuh dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Nutrisionis pertama Puskesmas Ciracas, Krisna Alviani, menegaskan bahwa ASI eksklusif berarti bayi hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan maupun minuman lain, termasuk air putih, selama enam bulan pertama.
“Masih banyak masyarakat yang mengira ASI eksklusif itu sekadar memberikan ASI sampai usia enam bulan, padahal maknanya lebih dari itu. Eksklusif artinya hanya ASI saja, tanpa tambahan susu formula, madu, air putih, maupun makanan lain,” ujar Krisna dalam dialog Beranda Asta Cita Indonesia Sehat, Jumat 22 Mei 2026.
Menurutnya, kandungan ASI telah dirancang secara alami untuk memenuhi seluruh kebutuhan biologis bayi. Selain mengandung nutrisi lengkap, ASI juga kaya antibodi yang membantu melindungi bayi dari berbagai penyakit.
“ASI ini bisa disebut sebagai makanan hidup karena kandungan gizinya lengkap dan memiliki zat antibodi yang penting untuk membangun imunitas bayi,” katanya.
Krisna menjelaskan, keberhasilan pemberian ASI eksklusif tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga memerlukan dukungan lingkungan sekitar, terutama suami dan keluarga terdekat.
| Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Selama Bulan Ramadan |
“Dukungan kecil seperti membantu pekerjaan rumah, menemani ibu menyusui, atau sekadar memberikan semangat itu sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ASI eksklusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi psikologis ibu juga berperan besar dalam produksi ASI. Stres dan kurangnya dukungan dapat memengaruhi hormon yang berperan dalam produksi ASI sehingga menyebabkan jumlah ASI menurun.
“Kalau ibu merasa bahagia dan didukung, hormon yang membantu produksi ASI akan bekerja lebih baik. Sebaliknya kalau stres, ASI bisa menjadi seret,” ucapnya.
| Baca juga: Manfaat Timun Suri untuk Berbuka Puasa |
Selain itu, Krisna mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada berbagai mitos terkait menyusui, seperti anggapan ukuran payudara menentukan banyaknya produksi ASI.
“Besar kecilnya payudara tidak menentukan produksi ASI. Yang menentukan adalah bagaimana payudara rutin dikosongkan, karena produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand,” kata Krisna.
Melalui layanan konseling laktasi dan edukasi di Puskesmas Ciracas, pihaknya terus mendorong para ibu agar memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai menyusui.
Krisna berharap semakin banyak ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif karena hal itu merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi mendatang.
“ASI eksklusif adalah salah satu upaya nyata mencegah stunting. Kalau anak-anak tumbuh sehat sejak awal, maka kita sedang menyiapkan generasi masa depan bangsa yang lebih baik,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....