Manfaat Gula untuk Memperlambat Penuaan Wanita

  • 30 Mar 2026 19:42 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Seorang Ahli Gizi, Athena Connell, menyebut bahwa gula merupakan salah satu zat yang bermanfaat untuk memperlambat penuaan pada wanita.

“Gula selalu digambarkan sebagai akar penyebab penyakit. Tetapi menurut saya, anti-gula adalah anti-kehidupan, terutama pada tubuh wanita, pada mereka yang ingin subur, tenang, sehat, dan cantik," ujar Athena, dilansir dari Antara, pada Senin 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sebagian besar saran kesehatan dan perawatan kulit wanita pada umumnya berkisar pada pengurangan jumlah gula dalam diet sehari-hari dan penambahan bubuk kolagen yang keduanya kompleks dan mahal. Namun, hasil dari perubahan tersebut hampir tidak alami.

Hal ini karena kolagen bukanlah senyawa yang dapat dikonsumsi begitu saja dan langsung merasakan manfaatnya. Kolagen adalah jenis protein yang dibutuhkan tubuh untuk terus membangun dan memeliharanya.

“Kolagen bukanlah sesuatu yang Anda 'tambahkan' dengan menambahkannya ke kopi anda. Ini adalah sesuatu yang dibutuhkan tubuh anda untuk terus mensintesisnya dari bahan baku. Untuk melakukan ini, tubuh membutuhkan ATP (energi), ATP tidak ditemukan dalam bubuk kolagen karena terutama terbuat dari glukosa, alias gula," katanya.

Ia menyebut, gula, atau glukosa, adalah bahan bakar untuk otak. Menurutnyq, kekurangan gula akan membuat kita merasa linglung dan mudah tersinggung.

Energi yang dihasilkan oleh gula dapat membantu tubuh untuk melakukan fungsi metabolisme dengan baik. Termasuk menjaga kolagen untuk kesehatan kulit.

Dia menjelaskan gula adalah salah satu sinyal utama yang memberi tahu tubuh bahwa cukup aman untuk rileks, memperbaiki, membangun kembali, dan memproduksi ATP secara efisien. Ketika glukosa tidak tersedia, maka tubuh akan meningkatkan ketergantungannya pada hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, untuk menjaga aliran energi.

“Tanpa gula, tubuh tidak dapat menggunakan atau mempertahankan kolagen. Diet rendah gula dalam jangka waktu lama menjadi katabolik, yang berarti tubuh memecah jaringannya sendiri untuk bahan bakar dan menggeser tubuh ke keadaan energi rendah, menjauh dari perbaikan dan regenerasi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....