Kasus Kanker di Indonesia Meningkat Drastis

  • 30 Mar 2026 11:57 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Penyakit kanker masih menjadi salah satu masalah Kesehatan di Indonesia. Kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan sel yang tumbuh tidak normal dan tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain.

Dilansir dari laman resmi kemenkes.go.id pada Senin 30 Maret 2026, berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkas) Republik Indonesia, angka kejadian kanker menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan beban besar terhadap sistem layanan kesehatan nasional.

Data menunjukkan bahwa jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru, kanker hati, serta kanker kolorektal. Adapun kanker payudara menjadi jenis yang paling dominan pada perempuan, sementara kanker paru-paru banyak terjadi pada laki-laki, terutama yang memiliki riwayat merokok.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), sebagian besar kasus kanker di negara berkembang, termasuk Indonesia, baru terdeteksi pada stadium lanjut. Hal ini menyebabkan peluang kesembuhan menjadi lebih kecil dan biaya pengobatan menjadi lebih tinggi. Padahal, jika terdeteksi sejak dini, banyak jenis kanker yang dapat diobati dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.

Faktor risiko kanker di Indonesia juga semakin beragam, mulai dari pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, hingga paparan polusi lingkungan. Selain itu, kurangnya edukasi kesehatan membuat masyarakat masih mengabaikan gejala awal yang sebenarnya bisa dikenali sejak dini.

Sebagai bagian dari strategi nasional, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker 2024-2034 untuk memperkuat skrining dan deteksi dini. Rumah Sakit Kanker Dharmais, sebagai pusat kanker nasional, mengembangkan layanan skrining berbasis risiko melalui inovasi I-Care (Indonesia Cancer Risk Examination). Teknologi ini memungkinkan masyarakat melakukan deteksi dini risiko kanker dengan pemeriksaan genetik menggunakan sampel darah, yang dapat mendeteksi risiko kanker payudara, kolorektal, lambung, prostat, dan paru.

Pemerintah juga mendorong upaya pencegahan dan deteksi dini melalui program kesehatan seperti pemeriksaan IVA untuk kanker serviks serta kampanye SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk kanker payudara. Namun, partisipasi masyarakat dalam program tersebut masih tergolong rendah, terutama di daerah terpencil.

Para ahli kesehatan menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menghindari rokok dan alkohol. Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi langkah penting untuk menekan angka kematian akibat kanker.

(Trisna Mutia Tihara - Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....